Kunjungan Langka, Pesan Damai: Patriark Yerusalem Tinjau Gereja Gaza yang Diserang

Gereja
Dua pemimpin gereja senior, dari Katolik Roma dan Ortodoks Yunani Yerusalem, mendatangi Gaza setelah serangan Israel menimpa gereja di wilayah tersebut.(AFP/Omar Al-Qattaa)
TIMETODAY.ID — Suasana hening menyelimuti Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza pada Jumat (18/7). Di tengah reruntuhan, dua pemimpin gereja paling senior di Yerusalem hadir menebar penghiburan. Kunjungan ini menjadi tanda keprihatinan mendalam atas serangan yang menimpa satu-satunya gereja Katolik di Jalur Gaza, sehari sebelumnya.
Patriark Latin Katolik Roma Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, bersama Patriark Gereja Ortodoks Yunani Yerusalem, Theophilos III, datang langsung menyapa umat yang berlindung di gereja yang rusak akibat serangan Israel.
Mereka berjalan di antara puing, bertemu keluarga-keluarga yang mencari selamat di balik tembok gereja.
“Para Patriark bertemu keluarga-keluarga yang mencari perlindungan di sana. Mereka menyampaikan belasungkawa, menyampaikan dukungan pastoral, dan secara pribadi meninjau kerusakan yang dialami gereja selama serangan baru-baru ini,” demikian pernyataan Patriarkat Latin Yerusalem.
Di Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius, kedua pemimpin juga hadir menyalurkan kata-kata penghiburan. Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menggambarkan kunjungan ini sebagai “ekspresi kuat” persatuan gereja di tengah luka mendalam.
Selain memberikan dukungan moral, lembaga-lembaga bantuan ikut memfasilitasi kunjungan ini dengan membawa pasokan makanan, perlengkapan medis darurat, hingga evakuasi medis bagi para korban luka.
Di Vatikan, duka mendalam datang dari Paus Leo XIV. Ia menyebut serangan yang menewaskan tiga orang — di antara ratusan pengungsi yang berlindung, termasuk anak-anak dan difabel — sebagai tragedi memilukan.
Paus juga terus memantau situasi melalui komunikasi langsung dengan Pastor Gabriel Romanelli, imam paroki yang ikut terluka dalam serangan. Vatikan mengungkap, pada Jumat pagi Paus bahkan menelepon Patriark Pizzaballa untuk menanyakan kabar para korban dan situasi terbaru.
“Beliau menyampaikan dukungan dan kasih sayang kepada seluruh komunitas yang berkumpul di sekitar paroki dan mereka yang menderita akibat kekerasan,” tulis Vatikan dalam pernyataan resminya.
Paus juga menegaskan niatnya, “melakukan segala yang mungkin guna menghentikan pembantaian yang tidak perlu terhadap orang-orang tak berdosa.”
Di sisi lain, jalur masuk Gaza masih dikontrol ketat Israel. Di tengah kunjungan para Patriark, laporan serangan susulan terus berdatangan. Badan pertahanan sipil melaporkan lebih dari 30 orang tewas, termasuk sembilan orang yang sedang mengantre bantuan di dekat Rafah.
Di Khan Younis, sebuah serangan udara menewaskan enam anggota satu keluarga. Penduduk setempat, Louai Abu Sahloul, menuturkan betapa hidup di Gaza kini bagai menjadi mayat hidup.
“Orang-orang seperti mayat hidup, lelah dengan kelaparan, rasa sakit, dan kehancuran di mana-mana di Gaza,” ujarnya kepada AFP.
Militer Israel mengklaim sasaran serangan mereka adalah infrastruktur teror Hamas di Khan Younis, dan mengaku telah berusaha meminimalisir risiko korban sipil. Namun, mereka menyatakan “tidak mengetahui” insiden pengeboman di dekat Rafah.
Di balik puing, doa terus bergema — semoga kunjungan para Patriark ini membawa secercah penghiburan bagi mereka yang tetap bertahan di tanah penuh luka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  AS Geram Mojtaba Khamenei Kuasai Iran

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel