TIMETODAY.ID, BOGOR – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut Tugu Helikopter Puma di Simpang Empat Kandang Roda, Pakansari, Cibinong, sebagai simbol sejarah keberadaan markas helikopter TNI Angkatan Udara (AU) terbesar di Indonesia.
Menurutnya, tugu tersebut dibangun di atas lahan kosong milik Pemkab yang belum dimanfaatkan. Pembangunannya melibatkan kerja sama antara pemerintah daerah, sejumlah perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta Pangkalan Udara Atang Sendjaja (Lanud ATS).
“Dulu tempat itu masih tanah kosong, belum terpakai peruntukannya. Maka kita mengajak beberapa pihak swasta untuk bekerja sama, dan membangun tugu helikopter itu bersama Lanud Atang Sendjaja,” kata Rudy kepada wartawan, Senin (30/6/2025).
Menurut Rudy, kehadiran Tugu Helikopter Puma tidak hanya memperindah kota, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai peran strategis Kabupaten Bogor dalam sejarah TNI AU.
“Tujuannya, kenapa ada tugu helikopter di situ? Karena banyak masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat Bogor sendiri, yang tidak tahu bahwa Kabupaten Bogor adalah homebase helikopter TNI terbesar se-Indonesia,” jelasnya.
Helikopter Puma yang kini menjadi monumen tersebut merupakan salah satu unit yang pernah aktif sejak 1970-an dan kini telah resmi dipensiunkan. Beberapa unit lainnya dimuseumkan atau dijadikan monumen sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan sejarah pengabdiannya.
“Banyak dari penerbang-penerbang helikopter Puma yang masih mengingat sejarah penugasan, baik di Aceh maupun beberapa wilayah lain di Indonesia,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, pembangunan tugu ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menata estetika kota sekaligus melestarikan nilai-nilai historis.
“Pertama dari sisi estetika kota, kita menata kota bersama-sama. Kedua, dari sisi monumental, kita pun menjadi bagian dari sejarah perjalanan TNI AU,” katanya.
Tugu ini diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Bogor serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan peran strategis wilayah ini dalam pertahanan udara nasional.
Editor: B. Supriyadi





































