Kisah Ronald Regen Penyandang Difabel yang Berhasil Ciptakan Kaki Palsu

Ronald Regen
Ronald Regen tengah menyelesaikan pesanan kaki palsu di bengkelnya di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Foto : Fadilah/bogor-today.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Adalah Ronald Regen, pria 33 tahun asal Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor patut diapresiasi. Pasalnya, Ronald yang memiliki keterbatasan fisik itu mampu membantu sesama dari ide kreatifnya, yakni membuat kaki palsu bagi penyandang difabel.

Mengutip bogor-today.com (group timetoday.id) Ronald mengisahkan, idenya itu muncul saat dirinya mengalami musibah hingga akhirnya ia harus kehilangan kaki kirinya, ditambah kondisi ekonomi keluarga Ronald sedang dalam keadaan tidak baik, bahkan untuk membeli kaki palsu dirinya tidak mampu.

Berangkat dari situlah Ronald memiliki ide untuk membuat kaki palsu sendiri dengan alat yang sederhana.

Advertisement

“Waktu saya terkena musibah saya ingin punya kaki palsu, namun tidak punya uang akhirnya saya coba buat sendiri, awalnya banyak gagal juga butuh waktu tahunan  sampai bisa terpasang di kaki sendiri,” Kata Ronald kepada bogor-today.com, Kamis (04/08/2022).

Baca Juga :  Video Bentrok Dua Kelompok Disebut di Bogor

10 tahun yang lalu menjadikan kenangan pahit untuk Ronald, namun menghasilkan rasa manis dalam hidupnya saat ini, bisnis pembuatan kaki palsunya terus berkembang hingga dirinya mampu membuka bengkel sendiri di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Menurut Ronald, jenis-jenis kaki palsu hasil kerajinan dari kedua tangannya dibuat dengan berbagai jenis mulai dari kelas VIP hingga yang sederhana dengan motif berbagai gambar.

Harga sepatu kaki palsu ini dijual dari mulai dari 2 juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis, ukuran serta kualitasnya. Untuk pemasarannya sendiri, sambung Ronald di tersedia di seluruh kota Indonesia dan diekspor ke berbagai negara-negara di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Titip Piala Adipura Tidak Pergi Lagi

Selain  pembuatan kaki palsu Ronald juga menerima panggilan untuk memasang kaki palsu di luar kota dan juga rutin membagikan kaki palsu secara gratis untuk penyandang difabel.

“Kami membantu juga teman teman yang tidak memiliki kaki diluar pulau untuk saya pasangkan kaki palsu,”tambahnya

Dirinya berharap agar pemerintah setempat untuk dapat memberikan dukungan berupa bantuan modal. Sebab di kabupaten Bogor masih banyak yang belum memiliki kaki palsu.

“Saya berharap pemerintah ikut serta membantu kami untuk memasangkan kaki palsu kepada yang membutuhkan melalu pemkab dan Dinas Sosial,”pungkasnya (Fadilah)

=========================================================