Tak Mampu Beli, Ronal Reagan Bikin Kaki Palsu Sendiri

TIMETODAY.ID, BOGOR – Ronald Regen (33) Warga Cileungsi, Kabupaten Bogor membuat sendiri kaki palsu, karena tidak memiliki uang. Alhasil, kaki palsu buatannya banyak dilirik warga yang memiliki kondisi sama dengannya.

Kondisi ekonomi keluarga Ronald Regen saat itu tidak baik sehingga dirinya tidak mampu membeli kaki palsu. Dari ketidak mampuan itu lah, Ronald Regen memiliki ide untuk membuat kaki palsu sendiri dengan alat yang sederhana.

“Waktu saya terkena musibah saya ingin punya kaki palsu namun tidak punya uang akhirnya saya coba buat sendiri, awalnya banyak gagal juga butuh waktu tahunan  sampai bisa terpasang di kaki sendiri,” Kata Ronald.

Advertisement
Baca Juga :  RUPS Buku 2021, Hasilkan David Jonathan Clarke Sebagai Direktur

Dia bercerita, 10 tahun yang lalu menjadikan kenangan pahit untuk Ronald namun menghasilkan rasa manis dalam hidup nya saat ini, bisnis pembuatan kaki palsunya terus berkembang hingga dirinya mampu membuka bengkel sendiri di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Jenis-jenis kaki palsu hasil dari kedua tangganya dibuat dengan berbagai jenis mulai dari kelas VIP hingga yang sederhana dengan motif berbagai gambar.

Harga sepatu kaki palsu ini dijual dengan harga mulai dari 2 juta hingga puluhan juta rupiah tergantung jenis, ukuran serta kwalitasnya serta di pasar kan diseluruh kota Indonesia dan di ekspor ke berbagai negara-negara di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Bogor Dipastikan Aman

Selain  pembuatan kaki palsu Ronald juga menerima panggilan untuk memasang kaki palsu di luar kota dan juga rutin pembagian kaki gratis untuk kaum disabilitas.

“Kami membantu juga teman teman yang tidak memiliki kaki diluar pulau untuk saya pasangkan kaki palsu,” tambahnya.

Ronald Reagan juga berharap agar pemerintah setempat untuk memberikan bantuan modal karena di kabupaten Bogor sendiri masih banyak yang belum memiliki kaki palsu.

“Saya berharap pemerintah ikut serta membantu kami untuk memasangkan kaki palsu kepada yang membutuhkan melalu pemkab dan dinas sosial,” pungkasnya. (fdl)

=========================================================