
TIMETODAY.ID, BOGOR – Minimnya fasilitas sekolah di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya terlihat di SDN Cempaka, Kecamatan Gunung Sindur, di mana para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di lantai karena keterbatasan sarana pendukung.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto angkat bicara. Ia mengakui permasalahan fasilitas pendidikan sudah lama terjadi, bahkan sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor.
“Ini memang persoalan lama yang belum selesai. Kami sudah melakukan banyak kajian. Untuk memperbaiki seluruh fasilitas pendidikan di daerah ini dibutuhkan anggaran total hampir Rp6 triliun,” ujar Rudy, belum lama ini.
Menurutnya, angka tersebut terlalu besar untuk dipenuhi dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, Pemkab Bogor akan melakukan perbaikan secara bertahap dengan skema paket pembangunan.
“Perbaikan fasilitas ke depan akan dibuat dalam bentuk paket. Misalnya satu ruang kelas, maka sekaligus dengan isi-isinya seperti meja, kursi, dan perlengkapan belajar lainnya,” jelasnya.
Rudy menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pemprov Jabar sudah mencanangkan satu paket pembangunan ruang kelas beserta isinya. Kami akan mengikuti kebijakan tersebut agar pemenuhan fasilitas pendidikan tidak lagi setengah-setengah,” kata dia.
Ia pun menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam anggaran perubahan tahun 2025.
“Saya beri garansi, pemenuhan fasilitas pendidikan akan menjadi fokus kami. Ini adalah hak dasar warga dan harus dipenuhi,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel



































