Polres Bogor Bangun Sumur Artesis Atasi Kekeringan Desa Tapos

sumur artesis
Polres Bogor membangun sumur artesis untuk mengatasi kekeringan Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Polsek Tenjo.

TIMETODAY.ID, BOGORPolres Bogor membangun sumur artesis untuk mengatasi kekeringan Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang terdampak kemarau panjang.

Kapolsek Tenjo, Iptu Agripinus Motani Zalhuku, mengatakan pembangunan sumur artesis Polres Bogor ini merupakan respons cepat Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, setelah menerima laporan kondisi warga.

“Iya, setelah menerima informasi, beliau langsung mengecek lokasi malamnya. Pagi harinya, kami langsung membangun sumur artesis Polres Bogor,” ujar Zalhuku, Jumat (26/09/2025).

Advertisement

Sumur artesis Polres Bogor dibangun di Kampung Babakan RT 04/05, Desa Tapos, dengan kedalaman sekitar 40 meter. Kehadiran sumur ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang selama ini mengandalkan air hujan.

Baca Juga :  Diduga Depresi, Wanita di Bogor Nekat Naik Tower SUTET

“Selama ini warga hanya mengandalkan air tadah hujan, jadi saat kemarau panjang, mereka mengalami kekeringan Desa Tapos yang parah,” jelas Zalhuku.

Sekitar 2.600 jiwa terdampak kekeringan Desa Tapos. Meski begitu, keberadaan satu sumur artesis Polres Bogor belum cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh desa yang luas.

“Sumur ini baru membantu warga di sekitarnya. Desa Tapos luas, sehingga dibutuhkan beberapa sumur bor tambahan,” tambahnya.

Selain pembangunan sumur, Polres Bogor juga menyalurkan bantuan air bersih secara langsung kepada warga. Ke depan, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lain untuk mencari solusi jangka panjang mengatasi kekeringan Desa Tapos.

Baca Juga :  Tren Kecelakaan di Kabupaten Bogor Turun 6,43 Persen, Pelanggaran Lalu Lintas Masih Tinggi

“Kami juga akan mengirim air bersih dan bekerja sama dengan pihak lain untuk mencari alternatif, karena masalah kekeringan Desa Tapos terjadi setiap tahun,” ujar Agripinus.

Ia menambahkan, kekeringan di Desa Tapos dapat terjadi hanya dalam beberapa hari tanpa hujan.

“Warga mengandalkan air hujan, jadi kemarau seminggu saja sudah membuat kekeringan Desa Tapos,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel