TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 58 kejadian kekeringan yang tersebar di 16 kecamatan dengan total 34 desa terdampak.
Kondisi ini membuat sekitar 15.045 kepala keluarga (KK), atau setara dengan 46.956 jiwa, mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses air bersih.
Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Dedi Sutisna, menjelaskan bahwa dampak kekeringan cukup luas dan meliputi berbagai wilayah.
“Perkiraan penyintas mendapatkan air bersih itu sebanyak 15.045 KK atau 46.956 jiwa,” ujar Dedi kepada timetoday.id, Rabu (4/6/2025).
Daerah-daerah terdampak kekeringan pada 2024 meliputi sejumlah desa di kecamatan seperti Citeureup (Tajur, Hambalang), Jasinga (Curug, Pamagersari), Nanggung, Rancabungur, Jonggol, Leuwisadeng, Cisarua, Sukamakmur, Babakan Madang, Tanjungsari, Cariu, Megamendung, Pamijahan, Cibinong, Gunung Putri, dan Klapanunggal. Daerah-daerah ini menghadapi kekurangan air yang cukup mengkhawatirkan bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
Untuk mengatasi kekurangan air tersebut, BPBD Kabupaten Bogor melakukan berbagai upaya mitigasi dengan menggandeng sejumlah pihak terkait, termasuk PDAM dari wilayah Cibinong, Cariu, Jonggol, dan Cibungbulang.
Selain itu, pasokan air juga didatangkan dari sumber air curah Himalaya dan mata air Legok guna memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Dedi menambahkan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara kontinu.
“Kami bekerja sama dengan PDAM dari beberapa wilayah serta mengimpor air dari sumber lain agar kebutuhan air warga terpenuhi,” jelasnya.
Meski tantangan pada 2024 cukup besar, BPBD Kabupaten Bogor mencatat perkembangan positif di tahun 2025. Hingga awal Juni, belum ada laporan terkait kejadian kekeringan.
Namun, Dedi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan bijak dalam menggunakan air, serta segera melaporkan jika ada indikasi kekeringan yang muncul kembali.
“Kalau di tahun 2025 sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait kekeringan ya. Tapi kami terus mengimbau masyarakat untuk hemat dan sigap melaporkan bila ada indikasi krisis air,” tuntasnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































