Gugatan Hak Cipta Lagu Nuansa Bening, Album Perdana Vidi Aldiano Dihapus dari Platform Musik

Vidi Aldiano
Vidi Aldiano (Instagram)
TIMETODAY.ID — Pagi yang biasanya hangat oleh nostalgia para penggemar musik Tanah Air mendadak berubah sunyi. Album debut Vidi Aldiano yang melegenda, Pelangi di Malam Hari, tak lagi ditemukan di berbagai platform musik digital. Sebuah keputusan yang mengejutkan, namun rupanya berakar dari masalah hukum yang tengah ia hadapi.
Langkah ini diambil setelah muncul gugatan hak cipta dari dua musisi senior, Keenan Nasution dan Budi Pekerti.
Keduanya menggugat Vidi karena menyanyikan lagu Nuansa Bening tanpa izin, lagu yang sejak awal melekat sebagai salah satu nomor andalan dalam album tersebut.
Gugatan itu resmi tercatat di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 51/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2025/PN Niaga Jkt.Pst, dan sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025 pukul 10.00 WIB.
Langkah penghapusan album dari layanan streaming pertama kali mencuat di media sosial. Salah satunya melalui akun X @IndoPopBase yang mengunggah tangkapan layar tak tersedia-nya album tersebut di Spotify.
“Tim Inews Media Grup juga telah melakukan pengecekan dan membenarkan bahwa album rilisan 2 November 2008 itu sudah tidak bisa diputar lagi,” tulis laporan mereka.
Album Pelangi di Malam Hari berisi 11 lagu yang sempat menjadi teman bertumbuh generasi 2000-an. Selain Nuansa Bening, ada pula lagu-lagu seperti Cinta Jangan Kau Pergi, Cemburu Menguras Hati, Kisah Kita, hingga Status Palsu. Namun kini, daftar putar tersebut tinggal kenangan di ruang digital.
Minola Sebayang, kuasa hukum pihak penggugat, menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan untuk memusuhi, melainkan sebagai upaya menegakkan hak cipta sebagai bentuk penghargaan terhadap karya. “Kami berharap Vidi dapat bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung,” ujarnya.
Minola juga menyebut bahwa kasus ini bukan yang pertama. Ia menyinggung persoalan serupa yang pernah menimpa Agnez Mo dalam penggunaan lagu Bilang Saja tanpa izin untuk kepentingan komersial.
Vidi Aldiano, musisi yang dikenal ramah dan penuh semangat, hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi. Namun langkahnya menarik album tersebut dari peredaran bisa dibaca sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Dan para penggemar kini hanya bisa menunggu: apakah Pelangi di Malam Hari akan kembali, atau justru akan tinggal sebagai memori kolektif yang tak lagi bisa diputar ulang?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Vidi Aldiano Kembali Jalani Perawatan Kanker di Penang, Minta Doa Sahabat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel