TIMETODAY.ID — Bagi banyak warga Indonesia saat ini, jalan-jalan ke luar negeri bukan lagi sekadar soal refreshing atau berburu kuliner. Kini, ada tujuan yang makin populer: wisata kecantikan. Dari perawatan kulit mutakhir hingga bedah estetika, semakin banyak orang Indonesia yang rela merogoh kocek dalam demi penampilan memukau.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan signifikan dalam wisata luar negeri. Sepanjang 2024, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri mencapai 8,94 juta, naik hampir 19% dari tahun sebelumnya. Salah satu pendorongnya: beauty tourism.
Korea Selatan, Surganya Perawatan Wajah
Ketika bicara soal wisata kecantikan di Asia, Korea Selatan langsung muncul di benak. Negeri Ginseng bukan hanya rumah bagi K-pop dan drama Korea, tapi juga pusat bedah plastik dan perawatan kulit berteknologi tinggi.
Berdasarkan data dari Korean Tourism Organization (KTO), sekitar 30% wisatawan asing yang datang untuk medical tourism ke Korea memilih perawatan kecantikan. Wilayah seperti Gangnam, Apgujeong, dan Myeongdong dikenal sebagai pusat klinik kulit, laser treatment, hingga operasi plastik.
Orang Indonesia Boros Demi Glowing
BPS mencatat bahwa wisatawan Indonesia yang bepergian ke Korea mayoritas berasal dari kalangan usia 25–34 tahun, didominasi oleh profesional dan manajer. Durasi perjalanan rata-rata mencapai 19–20 hari, dengan pengeluaran sekitar US$2.524,70 atau sekitar Rp 42 juta per kunjungan. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran ke negara-negara ASEAN.
Jenis layanan yang paling banyak dicari antara lain:
-
Facial rejuvenation & laser
-
Double eyelid surgery
-
Rhinoplasty (operasi hidung)
-
Belanja skincare & kosmetik eksklusif
Liburan, Tapi Bikin Glowing
Meski tujuan utamanya adalah kecantikan, pengalaman di Korea tak berhenti di ruang klinik. Banyak wisatawan Indonesia memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi budaya dan musim di sana—dari berfoto di Istana Gyeongbokgung, jalan-jalan musim gugur, hingga wisata belanja di Myeongdong.
Faktanya, 60,13% dari wisatawan Indonesia ke Korea datang untuk liburan, bukan bisnis atau studi. Sebagian lainnya ikut serta dalam beauty experience yang menjadi bagian dari gaya hidup baru kelas menengah terdidik Indonesia.
Antara Gaya Hidup dan Koneksi Global
Tren ini menandai bahwa masyarakat Indonesia kian sadar pentingnya quality of life. Wisata kecantikan tak hanya berdampak pada penampilan fisik, tapi juga membuka akses terhadap budaya, teknologi, dan koneksi internasional.
Meski kerap dianggap menguras devisa, tren ini juga memberi sinyal bahwa sektor wellness dan kecantikan bisa menjadi peluang ekonomi baru—termasuk di dalam negeri maupun kawasan Asia Tenggara.
Korea Selatan mungkin jadi bintang utama saat ini, tapi dengan strategi yang tepat, Indonesia juga bisa jadi tuan rumah bagi wisata kecantikan di masa depan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel







































