
TIMETODAY.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dunia dengan sederet kebijakan kontroversial dan agresif yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari perdagangan global, lingkungan, pendidikan, hingga geopolitik Timur Tengah. Sepuluh perkembangan terbaru memperlihatkan bahwa masa jabatan keduanya tidak kehilangan api konfrontasi.
Berikut rangkuman 10 kebijakan dan dampaknya yang tengah menjadi sorotan dunia:
1. Perang Tarif Makin Ganas, Ekspor China Tetap Perkasa
Meski Trump menjatuhkan tarif hingga 145% atas barang-barang dari China, ekspor Negeri Tirai Bambu ke AS justru naik 4,5% dalam tiga bulan pertama 2025, mencapai US$ 115,6 miliar. Langkah ini memicu eskalasi saling balas tarif, dengan China membalas 125%.
2. Xi Jinping Siapkan Mode Perang
China kini mempersiapkan seluruh jajaran sipilnya dalam kondisi “siap perang”. Pejabat kementerian luar negeri dan perdagangan bahkan diminta membatalkan liburan dan bersiap 24 jam. Diplomat Beijing mulai menjalin koalisi dengan negara-negara lain yang juga terkena tarif Trump, termasuk Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.
3. AS Targetkan Mikrocip dan Industri Farmasi
Pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan terhadap industri semikonduktor dan farmasi, membuka jalan untuk tarif baru atas dua sektor vital. Langkah ini menuai kekhawatiran dampak luas terhadap rantai pasok global.
4. Program Pertanian Ramah Iklim Dibatalkan
Trump membatalkan program senilai US$ 3 miliar yang ditujukan untuk proyek pertanian berkelanjutan. Alasannya? Program dinilai tidak cukup menguntungkan petani. Hanya proyek yang menyalurkan minimal 65% dana langsung ke petani yang mungkin diselamatkan.
5. Trump Tuding China “Main Belakang” dengan Vietnam
Dalam perang dagang, Trump menyoroti manuver China yang memperkuat hubungan dengan Vietnam, tetangga dekat Indonesia. Dalam nada sarkastik, ia menuding mereka sedang “berkomplot untuk menipu AS.”
6. Fed Masih Bingung Dampak Ekonomi
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyebut bahwa ekonomi AS menghadapi “salah satu guncangan terbesar dalam beberapa dekade” akibat tarif Trump. Proyeksi ke depan pun masih abu-abu, antara perlambatan ekonomi atau hanya sekadar negosiasi keras.
7. Pengecualian Tarif Bikin Pasar Arab Melejit
Langkah AS mengecualikan tarif untuk smartphone dan komputer, termasuk iPhone dari India, membuat pasar saham Teluk naik. Indeks Dubai melonjak 1,8% dan Abu Dhabi 0,9%, menunjukkan optimisme baru di tengah ketegangan global.
8. Harvard Tolak Ancaman Trump
Universitas Harvard menolak permintaan Trump untuk menindak aktivisme pro-Palestina. Presiden Harvard menyebut ancaman pembekuan dana itu sebagai pelanggaran terhadap kebebasan akademik dan hak sipil. Ini menjadi simbol perlawanan elite akademik terhadap tekanan politik Gedung Putih.
9. Iran dan AS Lanjutkan Dialog di Oman
Setelah pertemuan awal, AS dan Iran dijadwalkan kembali berdiskusi di Oman terkait isu nuklir. Walau awalnya dijadwalkan di Roma, lokasi kini dipusatkan di Timur Tengah. Ini menandai terobosan diplomatik di tengah panasnya kawasan.
10. Trump Rancang Pangkalan Militer di Perbatasan Meksiko
Dalam upaya ekstrem mengamankan perbatasan, Trump ingin membangun pangkalan militer di wilayah perbatasan AS-Meksiko. Jika terwujud, tentara akan mendapat kuasa hukum menahan imigran. Namun, rencana ini diperkirakan menuai gugatan hukum besar-besaran.
Kesimpulan: Presiden yang Tak Pernah Sunyi
Dari perang dagang, tekanan terhadap akademisi, hingga rencana militer di perbatasan, Trump menunjukkan bahwa kepemimpinannya tetap didorong oleh gaya konfrontatif dan nasionalis ekstrem. Namun pertanyaannya, apakah dunia—termasuk rakyat Amerika—siap menghadapi dampak jangka panjang dari strategi ini?
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































