TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menunjukkan keseriusannya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba dengan mendorong pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bogor.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi, menyampaikan bahwa inisiatif pembentukan BNN di tingkat kota merupakan respons nyata atas tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, kehadiran lembaga khusus ini sangat dibutuhkan agar upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara lebih fokus dan sistematis.
“Pemerintah Kota Bogor berkomitmen penuh untuk memberantas narkoba. Dengan adanya BNN Kota, kita ingin penanganannya lebih terarah dan bisa dilakukan secara masif, bukan hanya sporadis,” ujar Hanafi, Jumat (11/4/2025).
Hanafi menambahkan bahwa selama ini upaya penanganan narkoba masih terpecah antara berbagai lembaga, sehingga dibutuhkan satu badan koordinatif yang dapat mempercepat respons, menguatkan pencegahan, serta memfokuskan intervensi kepada wilayah dan kelompok rentan.
Kepala BNN Kabupaten Bogor, Anggun Cahyono mengapresiasi langkah Kota Bogor yang dinilai progresif dalam menghadapi persoalan narkotika, yang disebutnya sebagai tantangan global dengan konsekuensi multidimensional.
“Kota Bogor memiliki karakteristik sosial dan demografi yang mendukung dibentuknya BNN tingkat kota. Tapi yang terpenting adalah sinergi. Semua elemen, mulai dari aparat, tokoh masyarakat, hingga keluarga dan lingkungan pertemanan harus bergerak bersama,” ungkap Anggun.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Satresnarkoba Polresta Bogor Kota, IPDA Subandi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan di Kota Bogor menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Dari ganja hingga obat keras terbatas (OKT), peredaran zat terlarang dinilai masih tinggi.
“Kami mencatat adanya 9,4 kilogram ganja, 2,5 kilogram sabu, lebih dari 2 ribu gram tembakau sintetis, ratusan butir ekstasi dan ribuan pil psikotropika yang berhasil diamankan sepanjang tahun lalu. Ini menjadi bukti bahwa Kota Bogor belum aman dari ancaman narkoba,” tutur Subandi. ***





































