Waspada Telepon Scammer: Modus, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya

Scammer
lustrasi Scammer (istock/B4LLS)

TIMETODAY.ID Telepon berdering, sebuah nomor tak dikenal muncul di layar. Tanpa curiga, seseorang mengangkatnya, dan di ujung sana terdengar suara meyakinkan yang mengaku dari lembaga resmi atau menawarkan hadiah besar. Sebelum menyadari jebakan yang sedang terjadi, korban telah memberikan data pribadinya atau bahkan kehilangan sejumlah uang. Fenomena ini dikenal sebagai telepon scammer, praktik penipuan yang semakin canggih dan masih terus memakan korban hingga saat ini.

Modus dan Ciri-Ciri Telepon Scammer

Modus penipuan melalui telepon telah berkembang pesat, bahkan dengan memanfaatkan teknologi canggih seperti artificial intelligence (AI). Berikut beberapa ciri utama yang bisa dikenali agar tidak menjadi korban:

  1. Bukan Suara Manusia atau Tidak Jelas Beberapa scammer kini menggunakan suara sintetis berbasis AI yang terdengar seperti manusia atau telah merekam suara terlebih dahulu. Suaranya sering kali terdengar identik dan terasa kurang natural.
  2. Mengaku dari Lembaga Resmi Modus yang sering digunakan adalah berpura-pura sebagai perwakilan pemerintah, bank, atau perusahaan ternama. Mereka menggunakan nomor pribadi, bukan nomor resmi yang bisa diverifikasi di situs lembaga terkait.
  3. Menawarkan Hadiah Menggiurkan Tawaran tidak masuk akal seperti memenangkan undian meski tidak pernah berpartisipasi adalah tanda utama penipuan. Mereka biasanya meminta korban untuk mentransfer uang sebagai biaya administrasi.
  4. Meminta Informasi Pribadi Scammer akan mencoba menggali informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, PIN, password, atau nomor identitas dengan berbagai alasan yang tampak masuk akal.
  5. Mengancam Denda atau Hukuman Beberapa penipu menggunakan ancaman denda atau bahkan hukuman penjara agar korban panik dan segera mengirimkan uang.
  6. Mengklaim Ponsel Terinfeksi Virus Ada juga modus di mana penipu mengklaim bahwa perangkat korban terkena virus atau malware berbahaya dan menawarkan solusi berbayar.
  7. Menyebutkan Pinjaman yang Tidak Pernah Dilakukan Korban sering diklaim memiliki pinjaman yang belum dibayar dan diminta segera melakukan pembayaran.
  8. Tergesa-gesa dan Mendesak Penipu cenderung mendesak korban agar segera melakukan apa yang mereka minta, tanpa memberi kesempatan untuk berpikir atau mengecek kebenarannya.
  9. Meminta Pembayaran dengan Cara Spesifik Scammer sering kali meminta pembayaran melalui metode tertentu, seperti e-wallet atau mata uang kripto, yang sulit dilacak dan dikembalikan.
Baca Juga :  Momen Natal dan Tahun Baru 2025 Samsung Banting Harga, Ini Daftar Lengkapnya!

Cara Menghindari Telepon Scammer

Agar terhindar dari modus penipuan ini, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

Advertisement
  • Cek nomor telepon sebelum mengangkat panggilan asing dengan mencari informasinya di internet.
  • Aktifkan fitur pencegahan spam pada aplikasi telepon di smartphone.
  • Gunakan aplikasi identifikasi pemanggil yang dapat mengenali nomor yang sering digunakan untuk penipuan.
  • Jangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
  • Jangan mengambil keputusan tergesa-gesa, tutup telepon dan konsultasikan dengan keluarga atau teman.
Baca Juga :  5 Hal yang disarankan Jangan Dilakukan Saat Teleponan

Jika sudah terlanjur menjadi korban, segera laporkan kejadian ini ke pihak berwajib agar pelaku bisa ditindak. Kesadaran dan kewaspadaan adalah kunci utama untuk menghindari jebakan scammer yang semakin canggih.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel