TIMETODAY.ID, BOGOR – Desa Keradenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki denyut nadi yang berbeda saat Ramadan tiba. Di antara rumah-rumah sederhana, aroma khas kerupuk mi kuning merebak, menandakan kesibukan para pengusaha lokal. Latifah (58), salah satu dari sepuluh produsen kerupuk mi kuning di desa ini, merasakan berkah Ramadan yang sesungguhnya.
“Alhamdulillah, produksi kerupuk mi meningkat, meski tidak setinggi tahun lalu,” ungkap Latifah.
Dengan senyum yang merekah di wajahnya, Latifah menyebut kerupuk berwarna kuning cerah ini, memang menjadi hidangan favorit saat berbuka puasa, terutama sebagai pelengkap asinan segar.
Sejak subuh, Latifah dan para pekerja sudah sibuk mengolah adonan, mencetak, dan menjemur kerupuk mi di bawah sinar matahari pagi. Dalam sehari, mereka mampu menghasilkan 80 bal kerupuk mi mentah, meningkat dari 60 bal di hari biasa. Setiap bal berisi lima kilogram kerupuk mi, yang kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Jabodetabek.
“Saya biasa menjual per bal Rp 60 ribu, ke Tangerang, Bogor, Jakarta, dan lain-lain,” kata Latifah.
Usaha yang telah dirintis sejak tahun 1980-an ini membuatnya sukses dan mahir dalam menghasilkan kerupuk mi berkualitas.
Rutinitas produksi dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB pagi. Sore harinya, kerupuk mi dikemas dalam plastik, siap untuk diantar ke pelanggan keesokan harinya. Namun, tahun ini, Latifah merasakan sedikit penurunan permintaan dibandingkan tahun lalu.
“Tahun lalu, permintaan bisa mencapai 100 bal per hari. Sekarang, di warung-warung saja sudah mulai jarang ditemukan,” tuturnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































