Stiker Anti-Elon Musk Kian Laris, Pengguna Tesla Ungkap Kekecewaan

Tesla
Foto: Kondisi mobil Tesla Model Y yang terbakar, di Frankfurt, Jerman. (REUTERS/Wolfgang Rattay)

TIMETODAY.ID — Fenomena unik tengah terjadi di kalangan pemilik Tesla. Gelombang ketidakpuasan terhadap Elon Musk kini terwujud dalam bentuk stiker anti-Musk yang banyak ditempel di kendaraan listrik tersebut.

Fenomena ini diungkap oleh Matthew Hiller, seorang penjual stiker, yang melaporkan lonjakan drastis dalam permintaan produk bertuliskan “Elon Killed My Resale Value.”

Menurut Hiller, tren ini semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir, terutama sejak Musk memberikan penghormatan kontroversial kepada Donald Trump dalam sebuah kampanye publik.

Advertisement

Para pemilik Tesla merasa nilai jual kembali mobil mereka anjlok, membuat mereka kesulitan menjual kendaraan yang dulu dianggap sebagai simbol teknologi masa depan.

“Mereka berada dalam posisi tidak dapat menjual mobil Tesla secara finansial dan mereka terjebak dengan mobil itu. Mereka tidak dapat menjualnya karena nilainya telah turun dan mereka tidak akan mendapatkan keuntungan yang diinginkan,” ungkap Hiller, dikutip dari Business Insider.

Baca Juga :  Eksperimen Elon Musk yang Kebablasan: Skandal Akses Nuklir DOGE

Dari komentar yang ditinggalkan pembeli di toko online-nya, banyak yang merasa stiker tersebut memberi mereka sedikit kebebasan untuk kembali mengendarai Tesla tanpa rasa malu. “Sebagian juga mengaku akan tetap menempelkan ini di mobil saya sampai dapat menjualnya,” tambah Hiller.

Selain masalah nilai jual kembali, sebagian pembeli juga menyoroti pandangan politik Musk yang dianggap cenderung ke sayap kanan. Bagi mereka, keputusan Musk bersekutu dengan Trump semakin memperburuk citra Tesla di mata sebagian konsumen.

“Hal yang sangat tidak menarik. Respons terhadap stiker tersebut sejak ia bersekutu dengan Trump sungguh luar biasa,” kata Hiller.

Baca Juga :  X Dilanda Gangguan, Elon Musk Klaim Diserang Siber dari Ukraina

Tak hanya di Amerika Serikat, permintaan stiker ini juga merambah ke berbagai negara, termasuk Prancis, Norwegia, Jepang, Kanada, Estonia, Malaysia, dan Irlandia. Bahkan, seorang pelanggan dengan sistem baterai Tesla Powerwall menyatakan membeli stiker untuk ditempel di rumahnya sebagai bentuk protes.

Gerakan anti-Tesla ini terus berkembang, dengan aksi demonstrasi berlangsung di luar puluhan ruang pamer Tesla di seluruh AS. Di sisi lain, tekanan terhadap Tesla semakin besar setelah saham perusahaan turun sekitar sepertiga sepanjang tahun ini, diiringi dengan penurunan penjualan di Eropa. Dampak ini juga berpengaruh pada kekayaan bersih Musk, meskipun ia tetap menjadi orang terkaya di dunia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel