
TIMETODAY.ID, BOGOR – Asosiasi Perbenihan Indonesia (ASBENINDO) resmi mengukuhkan Dewan Pengurus periode 2026-2031 sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Rabu (1/7/2026). Mengusung tema “Sinergi Benih, Daulat Negeri”, kegiatan ini menandai babak baru kolaborasi antarpemangku kepent ingan di sektor hulu pertanian nasional.
Kepengurusan baru ASBENINDO dinakhodai Ayub Darmanto sebagai Ketua Umum bersama Dadang Syamsul Munir sebagai Sekretaris Jenderal, menggantikan kepemimpinan periode sebelumnya yang dipimpin Riki dengan Sekretaris Jenderal Nana. Susunan pengurus ini merupakan hasil Kongres ASBENINDO yang telah dilaksanakan pada 20 April 2026.
Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI) sekaligus Dewan Pembina ASBENINDO, Herman Khaeron, dalam sambutannya menegaskan bahwa benih merupakan fondasi peradaban dan kehidupan manusia yang keberadaannya menopang berbagai sektor terkait pangan. Ia menyebut di negara-negara maju, benih bahkan menjadi bagian dari sistem pertahanan negara sehingga dilindungi secara ketat melalui sistem karantina.
“Bahkan di negara maju, benih adalah bagian dari yang dilindungi atau bagian dari pertahanan negara. Oleh karenanya, betul-betul mereka proteksi, dan bahkan sistem karantina mereka juga sangat memagari terhadap benih-benih dari luar,” kata Herman.
Mengutip Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012, Herman menyatakan pangan sebagai hak asasi manusia yang harus terpenuhi secara cukup, beragam, dan bergizi seimbang hingga tingkat individu. Ia menambahkan, pada era Presiden Prabowo Subianto, pangan menjadi program prioritas utama pemerintah.
Menurut Herman, capaian swasembada pangan ke depan harus didukung oleh swasembada di seluruh instrumen produksi pertanian, mulai dari benih, pupuk, hingga pembasmi hama. Ia menjelaskan tiga strategi utama untuk mencapai target tersebut, yakni intensifikasi melalui pengembangan varietas unggul, ekstensifikasi lewat perluasan lahan, dan diversifikasi pangan agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada beras.
Ia mencontohkan, penggunaan benih padi hibrida dapat meningkatkan produktivitas dari sekitar lima ton per hektare dengan benih inbrida menjadi 10-12 ton per hektar. Herman juga mendorong diversifikasi konsumsi pangan pokok ke porang, sorgum, hanjeli, ubi, dan singkong, termasuk pengembangan beras artifisial (artificial rice) yang diklaim memiliki kandungan gizi lebih baik.
Herman menekankan pentingnya pendekatan pentahelix yang melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah sebagai regulator dan penyedia anggaran, perguruan tinggi sebagai periset, pelaku usaha sebagai penggerak investasi dan ekspansi, komunitas, serta media sebagai penyampai informasi kepada publik.
Empat Pilar Program Kerja
Dalam Rakernas tersebut, ASBENINDO merumuskan empat pilar program kerja utama untuk periode 2026-2031. Pilar pertama adalah komunikasi dan kolaborasi strategis dengan pemerintah, mencakup advokasi penyesuaian harga benih pemerintah, perluasan skema Sertifikasi Benih Mandiri bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), serta sinkronisasi data kebutuhan benih nasional untuk mencegah kelangkaan menjelang musim tanam.
Pilar kedua berfokus pada anggota, meliputi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ASBENINDO, percepatan sertifikasi mandiri, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) varietas, penyediaan platform digital data industri, serta penyelenggaraan pameran tahunan Festival Benih Indonesia (FBI).
Pilar ketiga adalah konektivitas global dan kemitraan terintegrasi, melalui kerja sama riset internasional, adopsi teknologi pascapanen, edukasi petani lewat podcast dan buletin elektronik, serta pembuatan lahan percontohan (demonstration farm) di tingkat desa. Adapun pilar keempat menyangkut strategi pendanaan mandiri organisasi melalui optimalisasi iuran anggota, komersialisasi platform digital, jasa pendidikan dan pelatihan profesi, hingga skema kemitraan sponsorship.
Ketua Umum ASBENINDO, Ayub Darmanto menyatakan organisasinya berkomitmen mendukung program swasembada pangan pemerintah yang saat ini telah berjalan. Dengan sekitar 32 anggota, ASBENINDO akan mendorong kolaborasi antarasosiasi perbenihan serta mendukung riset perguruan tinggi untuk menghasilkan varietas benih baru yang mampu bersaing dengan produk luar negeri.
“Kita akan berusaha dengan semua anggota, insyaallah sekitar 32, bagaimana kita menyiapkan benih unggul yang baik dan berkualitas,” ujar Ayub.
Soal harga benih, Ayub menjelaskan kondisinya bervariasi antarkomoditas. Harga benih padi disebut relatif tinggi mengikuti harga benih konsumsi, sehingga asosiasi tengah mengajukan peninjauan skema subsidi benih padi kepada pemerintah. Sementara itu, harga benih jagung dinilai sudah seimbang dengan tingkat produksi, sedangkan harga benih sayuran mengalami sedikit tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah, meski relatif masih dapat dikendalikan oleh pelaku industri.
Rakernas dan pengukuhan pengurus ASBENINDO turut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang duduk dalam jajaran Dewan Pembina, di antaranya Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Anggota DPR RI Herman Khaeron, dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Bayu Krisnamurthi.
Sebagai simbol soliditas ekosistem perbenihan nasional, acara pengukuhan turut ditandai dengan prosesi simbolis “Bejana Sinergi Benih” yang merepresentasikan komitmen bersama menjaga mutu benih sebagai fondasi masa depan pertanian Indonesia.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































