
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor menggandeng 67 sekolah swasta tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah untuk menjamin siswa dari keluarga tidak mampu tetap dapat mengakses pendidikan. Melalui skema beasiswa ini, siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah kota untuk melanjutkan studi di sekolah swasta mitra.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, skema ini dirancang untuk memutus rantai putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Siswa berprestasi yang terkendala ekonomi dijamin tetap dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Tidak ada lagi kendala bagi anak-anak berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi hanya karena persoalan biaya. Selama memiliki prestasi, mereka memiliki kesempatan memperoleh beasiswa,” kata Dedie, Sabtu (2/5/2026).
Selain beasiswa, Pemkot Bogor juga menandatangani kesepakatan bersama dengan 57 yayasan pendidikan untuk mendukung penyelenggaraan SMP Swasta dan MTs Swasta di wilayahnya. Dua perguruan tinggi, yakni Universitas Ibn Khaldun (UIKA) dan Universitas Pakuan (Unpak), turut digandeng untuk asistensi mengajar dan peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan Kota Bogor.
Dedie menyebutkan, alokasi anggaran pendidikan Kota Bogor telah melampaui 20 persen dari total APBD, melewati ambang batas minimum yang diwajibkan undang-undang. Angka ini, menurutnya, menggambarkan posisi pendidikan sebagai sektor prioritas dalam pembangunan kota.
Kolaborasi dengan sektor swasta dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menambal keterbatasan daya tampung sekolah negeri, yang selama ini menjadi salah satu pemicu putus sekolah di kalangan keluarga tidak mampu di Kota Bogor.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































