
TIMETODAY.ID, BOGOR – Bendung Katulampa di Bogor, Jawa Barat, kembali berstatus di bawah normal dengan ketinggian air nol sentimeter (cm), Sabtu (25/7/2026). Padahal, sepanjang awal pekan lalu, dari Senin hingga Jumat, ketinggian air di bendung tersebut sempat berada di level normal dengan kisaran 10 cm.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan penurunan debit Sungai Ciliwung itu disebabkan tidak adanya hujan di kawasan Puncak, Bogor, dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau Puncak ada hujan, maka dimungkinkan Ciliwung airnya meningkat, tetapi kalau tidak ada hujan ya kering,” ujar Alwan.
Ia menjelaskan, ketinggian air Sungai Ciliwung yang terpantau di Bendung Katulampa sangat bergantung pada kondisi hujan di kawasan Puncak. Saat status normal dengan ketinggian 10 cm pekan lalu, debit air yang mengalir menuju Jakarta tercatat sekitar 1.310 liter per detik.
Namun, memasuki Sabtu pagi, status bendung turun ke level 0 cm. Pada kondisi ini, debit Sungai Ciliwung hanya berkisar di bawah 4.000 liter per detik. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.460 liter per detik dialirkan untuk kebutuhan irigasi Kalibaru, sedangkan sisanya digunakan untuk penggelontoran Sungai Ciliwung.
“Puncak belum turun hujan, jadi belum ada penambahan debit,” lanjut Alwan.
Penurunan debit air ini dikhawatirkan akan mengancam pasokan air baku bagi PDAM Tirta Kahuripan yang melayani kawasan Cibinong dan Depok. Selain itu, kondisi ini juga berpotensi memengaruhi ketersediaan air tanah di wilayah Jakarta.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































