Meski Dikritik, Ferrari Luce EV Tetap Masuk Indonesia

Ferrari
Ferrari Luce EV di China. Foto: Doc. Ferrari

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mobil listrik pertama Ferrari yang diproduksi secara massal, Ferrari Luce EV, dipastikan akan dipasarkan di Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan PT Eurokars Prima Utama (EPU) selaku agen pemegang merek Ferrari di Tanah Air.

Meski demikian, pihak EPU belum mengungkap kapan kendaraan listrik tersebut akan resmi diperkenalkan kepada konsumen Indonesia.

General Manager PT Eurokars Prima Utama, Nini Chiandra, mengatakan pihaknya akan mengumumkan jadwal peluncuran setelah mendapatkan kepastian dari Ferrari.

Advertisement

“Pasti akan (masuk Indonesia), tapi waktunya nanti, kita akan undang apabila kita sudah dapat tanggal pasti,” kata Nini Chiandra di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dinilai Tetap Memiliki Pasar di Indonesia

Menurut Nini, setiap model baru yang diluncurkan Ferrari selalu mendapat perhatian dari para pelanggan setianya di Indonesia. Karena itu, ia optimistis Luce EV tetap memiliki pasar meski menuai beragam tanggapan di sejumlah negara.

Baca Juga :  Tape Goreng, Camilan Tradisional Manis dan Renyah Khas Indonesia

“Semua mobil yang dikeluarkan Ferrari biasanya pasar sudah menunggu. Karena sudah ditunggu sama customer juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap model Ferrari yang baru diluncurkan di Italia membutuhkan waktu sebelum dipasarkan ke negara lain, termasuk Indonesia.

“Pasti akan datang, hanya masalah waktunya saja. Di Maranello sendiri masih baru, jadi untuk masuk ke market kita memang membutuhkan waktu,” jelasnya.

Tuai Kritik di Pasar Global

Ferrari Luce EV pertama kali diperkenalkan secara global pada Mei 2026. Model ini menjadi tonggak baru bagi pabrikan asal Italia tersebut sebagai mobil listrik pertama yang dipasarkan secara massal.

Namun, kehadiran Luce EV memicu perdebatan di kalangan penggemar otomotif. Desainnya dinilai berbeda dari karakter khas Ferrari yang selama ini identik dengan mobil sport bermesin bertenaga dan berdesain agresif.

Baca Juga :  BWF Umumkan 16 Negara Peserta Thomas dan Uber Cup 2026

Kritik bahkan datang dari mantan Presiden Ferrari Luca di Montezemolo hingga Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini. Keduanya menilai mobil listrik tersebut kehilangan identitas emosional yang selama puluhan tahun melekat pada merek Ferrari.

Sentimen negatif terhadap desain Luce EV juga disebut berdampak pada pergerakan saham Ferrari. Setelah peluncurannya, saham perusahaan sempat melemah sekitar 8 persen di Bursa Milan, yang oleh sejumlah analis dikaitkan dengan respons pasar terhadap desain kendaraan tersebut.

Meski menuai kontroversi di pasar global, Ferrari tetap melanjutkan strategi elektrifikasinya. Indonesia pun menjadi salah satu pasar yang dipastikan akan kebagian Ferrari Luce EV, meski waktu peluncurannya masih menunggu pengumuman resmi dari pabrikan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel