Kentut Terus-Menerus? Ini yang Mungkin Sedang Terjadi pada Tubuh Anda

kentut
ilustrasi kentut. foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAKentut merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan. Meski normal terjadi pada setiap orang, frekuensi kentut yang terlalu sering terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan memicu rasa malu saat terjadi di tempat umum.

Gas di dalam saluran cerna umumnya keluar melalui dua cara, yakni lewat mulut dalam bentuk sendawa atau melalui anus sebagai kentut. Penumpukan gas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu.

Berikut beberapa penyebab seseorang lebih sering kentut.

Advertisement

1. Terlalu banyak menelan udara

Kebiasaan menelan udara secara berlebihan atau aerofagia menjadi salah satu penyebab utama terbentuknya gas di saluran pencernaan. Kondisi ini bisa terjadi saat seseorang makan atau minum terlalu cepat, berbicara ketika sedang mengunyah, mengunyah permen karet, menggunakan sedotan, mengonsumsi minuman bersoda, merokok, hingga memakai gigi palsu yang kurang pas.

Semakin banyak udara yang masuk ke saluran cerna, semakin besar pula kemungkinan gas dikeluarkan melalui kentut.

Baca Juga :  Jalan KS Tubun Karawaci Dialihkan Sementara karena Syuting Film Korea

2. Mengonsumsi makanan penghasil gas

Tidak semua makanan dapat dicerna secara sempurna oleh tubuh. Beberapa kandungan seperti serat, pati, dan jenis gula tertentu akan difermentasi oleh bakteri di usus besar sehingga menghasilkan gas.

Jenis makanan yang kerap memicu produksi gas antara lain kubis, bawang bombai, kacang-kacangan, gandum utuh, produk berbahan ragi, susu dan olahannya, serta makanan atau minuman yang mengandung fruktosa maupun sorbitol sebagai pemanis.

3. Intoleransi laktosa

Orang yang mengalami intoleransi laktosa tidak mampu mencerna gula alami yang terdapat dalam susu dengan baik. Akibatnya, konsumsi produk susu dapat memicu berbagai keluhan, seperti perut kembung, nyeri perut, hingga produksi gas yang berlebihan.

4. Penyakit pada saluran pencernaan

Frekuensi kentut yang meningkat juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan penumpukan gas antara lain penyakit Crohn, kolitis ulseratif, divertikulitis, hingga small intestinal bacterial overgrowth (SIBO), yaitu pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus.

Baca Juga :  Jangan Malu, Begini Cara Redam Bau Kentut yang Mengganggu

5. Gangguan pencernaan

Infeksi saluran cerna akibat bakteri, virus, atau parasit dapat memicu pembentukan gas berlebih. Selain itu, sembelit juga sering menjadi penyebab kentut lebih sering karena gas yang terbentuk sulit keluar akibat penumpukan feses di usus.

6. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kondisi saluran cerna. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan maupun antibiotik diketahui berpotensi mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus sehingga produksi gas meningkat dan menyebabkan seseorang lebih sering kentut.

Meski kentut merupakan hal yang normal, frekuensi yang meningkat secara tiba-tiba dan disertai gejala lain seperti nyeri hebat, diare berkepanjangan, penurunan berat badan, atau terdapat darah pada tinja sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut perlu diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel