Tak Perlu Malu, Kentut Justru Tanda Pencernaan Anda Berfungsi Baik

Kentut
ilustrasi Kentut (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kentut adalah reaksi alami tubuh yang menandakan sistem pencernaan sedang bekerja. Meski sering dianggap memalukan, faktanya kentut merupakan bagian penting dari proses fisiologis tubuh untuk membuang gas berlebih yang menumpuk di saluran cerna.

Ahli gizi klinis Ryan Fernando menjelaskan, memahami frekuensi kentut yang normal dapat membantu seseorang mengenali kondisi kesehatan pencernaannya. “Keluarnya gas menandakan bahwa sistem pencernaan berfungsi dengan baik,” ujarnya seperti dikutip dari Times of India, Selasa (4/11/2025).

Proses ini terjadi ketika tubuh memecah makanan dan udara ikut tertelan saat makan atau minum. Gas yang dihasilkan—seperti nitrogen, oksigen, karbon dioksida, dan metana—kemudian dikeluarkan melalui kentut.

Advertisement

Namun, jika frekuensinya terlalu sering, hal itu bisa menandakan adanya gangguan pencernaan.

Berapa Kali Kentut yang Normal?

Menurut Ryan, sebagian besar orang kentut antara 10 hingga 20 kali sehari. Dalam rentang ini, jumlah gas yang dikeluarkan masih dianggap sehat dan normal. Gas yang keluar sebagian besar tidak berbau, dan menandakan pencernaan bekerja dengan baik.

Baca Juga :  Sering Kembung dan Kentut? Ini 8 Penyebab Umumnya!

“Kalau lebih dari 20 kali per hari secara rutin, bisa jadi ada ketidakseimbangan di pola makan atau sistem pencernaan,” jelasnya.

Penyebab Kentut Berlebih

Gas berlebih biasanya dipicu oleh makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, brokoli, dan kubis, atau oleh kebiasaan makan terlalu cepat hingga menelan udara berlebihan. Kondisi medis seperti intoleransi laktosa dan sindrom iritasi usus besar (IBS) juga dapat memicu peningkatan gas.

Selain itu, stres, pemanis buatan, dan beberapa jenis obat-obatan turut berperan dalam memperbanyak produksi gas di usus.

Kapan Harus Waspada?

Jika kentut berlebihan disertai rasa sakit perut, kembung, atau perubahan pola buang air besar, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah serius pada sistem pencernaan.

Baca Juga :  Yin Yoga, Olahraga Perlahan yang Bantu Redakan Stres dan Jaga Kelenturan Tubuh

Cara Alami Mengurangi Gas Berlebih

Ryan menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi gas:

  • Makan lebih perlahan dan kunyah makanan dengan baik.
  • Minum air yang cukup untuk membantu pencernaan.
  • Batasi minuman berkarbonasi.
  • Konsumsi serat secara bertahap agar usus beradaptasi.
  • Rutin berolahraga untuk memperlancar metabolisme.
  • Konsumsi probiotik agar keseimbangan bakteri baik di usus terjaga.

Menariknya, terlalu sedikit gas juga tidak selalu baik. Ryan menyebut, kurangnya frekuensi kentut dapat mengindikasikan lambatnya motilitas usus atau rendahnya aktivitas enzim pencernaan.

Pada akhirnya, memperhatikan sinyal tubuh apakah terlalu sering atau terlalu jarang kentut—bisa menjadi cara sederhana untuk mengenali kesehatan usus. Seperti kata Ryan, “Usus yang sehat tak hanya terlihat dari apa yang kita makan, tapi juga dari bagaimana tubuh kita meresponsnya.”***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel