TIMETODAY.ID, JAKARTA — Membawa gadget saat bepergian ke luar negeri sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Mulai dari drone hingga perangkat GPS, berbagai perangkat elektronik dianggap dapat menunjang kenyamanan selama perjalanan. Namun, tidak semua negara mengizinkan penggunaan atau kepemilikan gadget tertentu.
Sejumlah negara menerapkan aturan ketat terhadap beberapa perangkat elektronik dengan alasan keamanan nasional, perlindungan privasi, hingga pengawasan komunikasi. Karena itu, wisatawan disarankan mencari tahu regulasi di negara tujuan sebelum berangkat agar terhindar dari penyitaan barang, denda, atau bahkan persoalan hukum.
Berikut enam gadget yang ternyata memiliki pembatasan di beberapa negara.
1. Telepon Satelit
Telepon satelit menjadi perangkat andalan bagi pelancong yang bepergian ke wilayah minim jaringan seluler karena tetap dapat digunakan melalui koneksi satelit, termasuk untuk mengirim sinyal darurat.
Meski bermanfaat, sejumlah negara membatasi bahkan melarang perangkat ini. Chad misalnya, melarang kepemilikan telepon satelit, sementara Kuba membatasi impor perangkat tersebut. Aturan ini juga menjadi perhatian karena teknologi komunikasi satelit kini mulai hadir pada beberapa ponsel pintar.
2. VPN
Virtual Private Network (VPN) banyak digunakan untuk menjaga privasi saat berselancar di internet sekaligus mengakses jaringan melalui lokasi virtual yang berbeda.
Namun, di sejumlah negara yang menerapkan pengawasan internet secara ketat, penggunaan VPN dibatasi bahkan dilarang. Oleh sebab itu, wisatawan perlu memastikan aturan setempat sebelum mengaktifkan layanan VPN selama berada di luar negeri.
3. Drone
Drone kini semakin populer karena mampu menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi dengan ukuran yang semakin ringkas. Meski demikian, penggunaan drone di berbagai negara memiliki regulasi yang berbeda.
Mesir, misalnya, melarang wisatawan membawa drone tanpa izin. Di Maroko, perangkat tersebut juga memerlukan persetujuan resmi sebelum digunakan. Sementara itu, beberapa negara memberikan pengecualian bagi drone berbobot ringan, meski tetap memiliki ketentuan operasional tertentu.
4. Dashcam
Dashcam banyak dipasang di kendaraan untuk merekam perjalanan maupun sebagai bukti apabila terjadi kecelakaan.
Meski dianggap meningkatkan keamanan, perangkat ini justru dibatasi di beberapa negara Eropa karena berkaitan dengan perlindungan data pribadi. Portugal, Luksemburg, dan Austria termasuk negara yang memiliki aturan ketat terkait penggunaan dashcam, sedangkan negara lain menerapkan kebijakan yang lebih longgar.
5. Walkie-talkie
Di kawasan yang sulit mendapatkan sinyal telepon, walkie-talkie masih menjadi alat komunikasi yang cukup efektif. Namun, penggunaan perangkat ini tidak sepenuhnya bebas.
Beberapa negara, seperti Uni Emirat Arab dan Thailand, mengatur penggunaan frekuensi radio secara ketat. Membawa walkie-talkie tanpa izin resmi dapat berujung pada penyitaan perangkat atau sanksi hukum.
6. Perangkat GPS
Meski fitur GPS sudah menjadi bagian dari hampir semua telepon pintar, perangkat GPS khusus ternyata juga memiliki aturan tersendiri di beberapa negara.
India, misalnya, pernah mengingatkan wisatawan terkait penggunaan perangkat GPS tertentu yang memerlukan izin. Sementara di China, penggunaan perangkat GPS diperbolehkan, tetapi distribusi maupun pengiriman data pemetaan ke luar negeri diawasi secara ketat oleh pemerintah.
Penting Melakukan Riset Sebelum Berangkat
Membawa gadget saat bepergian memang dapat mempermudah aktivitas selama perjalanan. Namun, perbedaan regulasi di setiap negara membuat wisatawan perlu lebih cermat dalam mempersiapkan barang bawaan.
Memastikan aturan mengenai perangkat elektronik sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah berbagai risiko, mulai dari penyitaan barang hingga pelanggaran hukum di negara tujuan.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































