TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak ibu, secangkir kopi di pagi hari menjadi andalan untuk mengusir kantuk setelah semalaman begadang merawat bayi. Kandungan kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh terasa lebih bertenaga.
Namun, bagi ibu menyusui, konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian kecil kafein yang dikonsumsi ibu dapat masuk ke dalam air susu ibu (ASI) dan berpotensi memengaruhi kondisi bayi.
Meski begitu, ibu menyusui tidak harus sepenuhnya menghindari minuman berkafein. Para ahli menyebutkan bahwa konsumsi kafein hingga sekitar 300 miligram (mg) per hari umumnya masih tergolong aman selama masa menyusui.
Perlu diingat, setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Pada beberapa bayi, paparan kafein melalui ASI dapat menyebabkan sulit tidur, lebih rewel, atau tampak lebih gelisah. Karena itu, ibu disarankan memperhatikan reaksi bayi setelah mengonsumsi minuman berkafein.
Minuman tinggi kafein yang perlu dibatasi
Berikut sejumlah minuman yang mengandung kafein cukup tinggi dan sebaiknya dikonsumsi secukupnya oleh ibu menyusui.
1. Kopi
Kopi menjadi sumber kafein yang paling banyak dikonsumsi. Dalam satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 240 ml terkandung rata-rata 96 mg kafein. Kandungan tersebut dapat berbeda tergantung jenis biji kopi, metode penyeduhan, hingga ukuran sajian.
2. Teh hitam
Meski kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding kopi, teh hitam tetap menyumbang sekitar 47 mg kafein per cangkir. Jika dikonsumsi beberapa kali sehari, jumlah kafein yang masuk ke tubuh bisa meningkat tanpa disadari.
3. Teh hijau
Teh hijau mengandung sekitar 28 mg kafein per cangkir. Meski relatif lebih rendah, asupannya tetap perlu diperhitungkan, terutama jika dikombinasikan dengan kopi atau minuman berkafein lainnya.
4. Minuman energi
Minuman energi umumnya mengandung kafein dalam kadar tinggi dan sering diperkaya bahan stimulan lain yang dapat memperkuat efek rangsangan pada tubuh. Karena itu, ibu menyusui disarankan membatasi bahkan menghindari minuman jenis ini.
5. Minuman bersoda
Beberapa minuman bersoda, khususnya minuman kola, juga mengandung kafein. Walaupun jumlahnya lebih sedikit dibanding kopi, konsumsi beberapa kaleng dalam sehari tetap dapat meningkatkan total asupan kafein harian.
6. Minuman olahraga tertentu
Tidak semua minuman olahraga mengandung kafein. Namun, beberapa produk yang diformulasikan untuk meningkatkan stamina atau performa fisik menambahkan kafein ke dalam komposisinya. Selalu baca label kemasan sebelum mengonsumsinya.
7. Minuman berbahan guarana
Guarana merupakan tanaman yang secara alami kaya akan kafein. Ekstraknya banyak digunakan dalam minuman energi maupun minuman kemasan sehingga kandungan kafeinnya bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan.
8. Minuman cokelat
Minuman berbahan dasar cokelat atau kakao juga mengandung kafein, meski kadarnya tidak setinggi kopi. Jika dikonsumsi bersamaan dengan sumber kafein lain, minuman ini tetap berkontribusi terhadap total asupan kafein harian.
Tips aman mengonsumsi kafein saat menyusui
Agar tetap aman, ibu menyusui sebaiknya membatasi konsumsi kafein tidak lebih dari 300 mg per hari. Selain itu, perhatikan seluruh sumber kafein yang dikonsumsi, bukan hanya kopi, karena teh, minuman bersoda, cokelat, hingga minuman energi juga menyumbang asupan kafein.
Jika bayi tampak lebih rewel, sulit tidur, atau gelisah setelah ibu mengonsumsi minuman berkafein, cobalah mengurangi jumlahnya dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila keluhan terus berlanjut.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































