TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kulit yang terasa kering, gatal, kemerahan, hingga mudah mengalami iritasi berulang bisa menjadi tanda dermatitis atopik atau yang lebih dikenal sebagai eksim. Kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga dapat muncul pada bayi dan anak-anak.
Dermatitis atopik terjadi akibat peradangan yang mengganggu fungsi pelindung alami kulit atau skin barrier. Saat lapisan pelindung tersebut melemah, kulit menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap berbagai pemicu yang menyebabkan peradangan berulang.
Karena sifatnya yang mudah kambuh, penderita dermatitis atopik memerlukan perawatan kulit yang dilakukan secara rutin dan konsisten untuk membantu menjaga kelembapan sekaligus mengurangi risiko munculnya gejala.
Faktor Penyebab dan Gejala Dermatitis Atopik
Munculnya dermatitis atopik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari riwayat genetik, kondisi lingkungan, sensitivitas kulit yang tinggi, hingga gangguan pada fungsi skin barrier.
Ketika lapisan pelindung kulit tidak bekerja optimal, sejumlah gejala dapat muncul, seperti:
- Kulit kering dan bersisik
- Kulit pecah-pecah
- Kemerahan
- Rasa gatal yang mengganggu
- Peradangan pada area kulit tertentu
Gejala tersebut juga dapat memburuk akibat beberapa faktor pemicu, antara lain:
- Udara yang terlalu kering
- Produksi keringat berlebih
- Paparan debu atau alergen tertentu
- Penggunaan sabun dengan bahan yang keras
- Gesekan pakaian pada kulit sensitif
Pentingnya Menjaga Kelembapan Kulit
Salah satu langkah utama dalam merawat dermatitis atopik adalah menjaga kelembapan kulit melalui penggunaan pelembap secara teratur. Pelembap berfungsi membantu mempertahankan kadar air di kulit, mendukung perbaikan skin barrier, serta mengurangi rasa gatal dan kemerahan yang sering muncul akibat kulit kering.
Penggunaan pelembap dianjurkan terutama setelah mandi atau saat kulit mulai terasa kering.
Salah satu produk yang diperkenalkan untuk membantu perawatan kulit atopik adalah Mustela Stelatopia, yang dapat digunakan oleh bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.
Mustela juga menghadirkan inovasi terbaru berupa Mustela Stelatopia+ Emollient Cream. Produk ini diformulasikan dengan kandungan Prebiotik Bioecolia yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiom kulit serta Triple Lipid Complex yang berfungsi menyediakan lipid esensial guna mendukung kesehatan lapisan pelindung kulit.
Langkah Perawatan yang Dianjurkan
Selain penggunaan pelembap secara rutin, sejumlah kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kondisi kulit penderita dermatitis atopik:
- Mandi menggunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas.
- Menghindari sabun atau deterjen dengan pewangi dan bahan yang terlalu keras.
- Mengoleskan pelembap segera setelah mandi.
- Mengenakan pakaian berbahan lembut seperti katun.
- Menjaga kuku tetap pendek untuk mengurangi risiko luka akibat garukan.
Dengan perawatan yang tepat, gejala dermatitis atopik dapat lebih terkontrol sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan nyaman.
Dorong Edukasi Lewat Kampanye Kulit Atopik
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dermatitis atopik, Mustela menghadirkan kampanye “Together for Atopic Skin”. Program ini menyoroti pentingnya edukasi mengenai kesehatan kulit serta perawatan yang tepat bagi penderita eksim.
Dalam kegiatan tersebut, Mustela juga memperkenalkan Medical Advisory Board guna menghadirkan informasi kesehatan kulit yang lebih kredibel dan berbasis keilmuan.
Berbagai sesi edukatif digelar, mulai dari pembahasan penyebab dermatitis atopik, pentingnya menjaga skin barrier, hingga panduan memilih produk perawatan kulit yang sesuai. Figur publik sekaligus Mustela Mom, Reisa Broto Asmoro, turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit anak dan keluarga sejak dini.
Para ahli menekankan bahwa edukasi yang tepat, disertai perawatan kulit yang konsisten, dapat membantu mengendalikan dermatitis atopik sekaligus menjaga kualitas hidup penderita dan keluarganya.
Apabila gejala sering kambuh, semakin berat, atau tidak membaik meski telah menjalani perawatan mandiri di rumah, penderita dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































