TIMETODAY.ID, JAKARTA — Serpihan putih yang jatuh di bahu sering kali dianggap masalah sepele. Namun bagi sebagian orang, ketombe membandel bisa menjadi gangguan yang mengurangi rasa percaya diri, terutama saat mengenakan pakaian berwarna gelap atau menghadiri acara penting.
Ketombe merupakan sel kulit kepala mati yang terlepas dan tampak sebagai serpihan kecil berwarna putih. Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria usia dewasa muda. Selain menyebabkan serpihan putih di rambut dan pakaian, ketombe juga kerap disertai rasa gatal, kulit kepala berminyak, hingga kerontokan rambut.
Beragam Faktor Pemicu Ketombe
Banyak orang mengira ketombe merupakan penyakit menular. Padahal, ketombe bukanlah infeksi yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.
Salah satu penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan berlebih jamur Malassezia yang secara alami memang hidup di kulit kepala. Dalam kondisi tertentu, jumlah jamur ini dapat meningkat dan memicu pengelupasan kulit kepala yang lebih cepat.
Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memicu munculnya ketombe, antara lain:
- Jarang mencuci atau membersihkan rambut
- Produksi minyak (sebum) berlebih pada kulit kepala
- Reaksi terhadap produk perawatan rambut tertentu
- Eksim yang menyebabkan kulit kepala kering dan bersisik
- Dermatitis seboroik yang membuat kulit kepala kemerahan dan berminyak
- Psoriasis yang memicu penebalan dan pengelupasan kulit
- Stres berkepanjangan
Langkah Mengatasi Ketombe Membandel
Meski kerap mengganggu, ketombe dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Gunakan Sampo yang Sesuai
Langkah pertama adalah memilih sampo yang mampu membersihkan minyak dan sel kulit mati secara optimal. Jika ketombe masih muncul, gunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif tertentu, seperti:
- Zinc pyrithione untuk menghambat pertumbuhan jamur dan mengurangi minyak berlebih
- Selenium sulfide untuk menekan pertumbuhan jamur penyebab ketombe
- Salicylic acid untuk membantu mengangkat sel kulit mati
- Coal tar untuk memperlambat proses pengelupasan kulit kepala
- Mentol untuk meredakan rasa gatal dan memberi sensasi segar
2. Perhatikan Asupan Nutrisi
Kesehatan kulit kepala juga dipengaruhi pola makan. Konsumsi makanan yang kaya zinc, biotin, dan lemak sehat dapat membantu menjaga kondisi rambut dan kulit kepala.
Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain telur, yogurt, wortel, tomat, tiram, kepiting, kacang-kacangan, dan cokelat hitam.
3. Kelola Stres
Stres yang tidak terkendali dapat memperburuk kondisi kulit kepala, termasuk ketombe. Melakukan relaksasi, olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya ketombe.
4. Manfaatkan Paparan Sinar Matahari
Paparan sinar matahari dalam durasi yang wajar dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Meski demikian, hindari berjemur terlalu lama karena paparan sinar ultraviolet berlebihan dapat merusak kulit.
Hindari Produk yang Memperparah Kondisi
Penggunaan produk rambut berbahan berat seperti pomade atau produk yang membuat kulit kepala semakin berminyak sebaiknya dibatasi. Jika setelah memakai produk tertentu muncul gatal, kemerahan, atau sensasi terbakar, segera hentikan penggunaannya.
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila ketombe tidak kunjung membaik meski sudah menggunakan sampo antiketombe secara rutin, sering kambuh, atau disertai keluhan kulit di bagian tubuh lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Penanganan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi penyebab utama ketombe sekaligus mencegah masalah kulit kepala berkembang menjadi lebih serius. Dengan perawatan yang sesuai, kulit kepala yang sehat dan bebas ketombe bukan lagi sekadar harapan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































