
TIMETODAY.ID, BOGOR – Di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026 yang mulai menyedot perhatian pecinta sepak bola di berbagai penjuru dunia, denyut euforia itu belum sepenuhnya terasa di lorong-lorong Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Deretan toko pakaian memang mulai memajang atribut sepak bola. Namun, jersey tim nasional yang biasanya menjadi buruan menjelang pesta sepak bola empat tahunan itu belum banyak dilirik pembeli. Aktivitas jual beli berjalan seperti hari-hari biasa.
Cristian (50), salah seorang pedagang pakaian di Pasar Cibinong, mengaku masih menunggu perkembangan minat masyarakat sebelum menambah stok jersey tim nasional peserta Piala Dunia.
“Kita lihat dulu pasarnya sekarang. Ada yang datang tanya-tanya, baru kita pertimbangkan. Kalau memang ada permintaan, ya kita sediakan,” ujar Cristian saat ditemui di Pasar Cibinong, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, kondisi pasar saat ini belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan transaksi yang biasanya diharapkan pedagang dari momentum ajang olahraga berskala global tersebut. Arus pengunjung masih relatif biasa, sementara permintaan jersey tim nasional belum bergerak signifikan.
Pengalaman pada Piala Dunia 2022 menjadi salah satu alasan dirinya berhati-hati. Saat itu, ia sempat menjual berbagai atribut sepak bola, tetapi penjualannya tidak terlalu menggembirakan.
“Ada yang beli, tapi tidak terlalu banyak,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Cristian enggan menambah stok dalam jumlah besar. Setelah hampir 40 tahun berdagang di Pasar Cibinong, ia memahami bahwa tren penjualan atribut olahraga tidak selalu sejalan dengan besarnya sebuah perhelatan.
Bagi pedagang pakaian, setiap barang yang masuk mengandung risiko apabila tidak terserap pasar. Stok yang menumpuk berarti modal tertahan lebih lama.
“Kalau permintaan banyak baru kita tambah. Kalau permintaan sedikit, stoknya lama habisnya dan malah numpuk. Jualan baju itu risikonya seperti itu,” kata dia.
Meski demikian, optimisme belum sepenuhnya padam. Cristian menilai atribut Piala Dunia tetap memiliki pasar tersendiri, terutama bagi para penggemar tim nasional tertentu yang ingin menunjukkan dukungannya selama turnamen berlangsung.
Untuk menarik minat pembeli, ia berencana menyediakan jersey dengan harga yang ramah di kantong. Harga yang ditawarkan diupayakan tidak melebihi Rp 100.000 per potong.
“Kita usahakan harga di bawah Rp 100 ribu. Kalau Piala Dunia ada pasarnya juga kan, biasanya juga tergantung tim yang disukai pembeli, mereka cari jersey negara yang didukung,” ujar Cristian.
Di tengah pasar yang belum sepenuhnya bergairah, para pedagang memilih menunggu. Mereka berharap, seiring bergulirnya pertandingan dan meningkatnya perhatian publik terhadap Piala Dunia 2026, semangat suporter akan ikut menghidupkan kembali penjualan jersey di lapak-lapak Pasar Cibinong.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































