
TIMETODAY.ID, BOGOR – Satgas Pelajar Polresta Bogor Kota mengamankan seorang pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di Jalan Soleh Iskandar, Kota Bogor, Jumat (12/6/2026). Pelajar tersebut ditangkap saat petugas membubarkan sekelompok siswa yang berkumpul di lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Koordinator Satgas Pelajar Polresta Bogor Kota Martin mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat melalui WhatsApp mengenai sekelompok pelajar yang nongkrong di sekitar underpass Jalan Soleh Iskandar. Menurut laporan, para pelajar itu sempat berteriak-teriak saat siswa lain melintas.
Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas mendatangi lokasi dan mendapati sejumlah pelajar sedang duduk-duduk di pinggir jalan, tepatnya di depan sebuah dealer sepeda motor.
Saat petugas tiba, tiga pelajar berusaha melarikan diri. Namun, petugas berhasil mengejar dan mengamankan satu orang pelajar.
“Dari satu orang yang diamankan, petugas menemukan senjata tajam yang disembunyikan di bawah pakaian,” kata Martin.
Selain celurit yang ditemukan pada pelajar tersebut, petugas juga mengamankan satu celurit lainnya yang ditemukan tergeletak di lokasi. Senjata tajam itu diduga dibuang sesaat sebelum petugas melakukan pengamanan.
“Jenisnya celurit semua. Yang satu ditemukan pada pelajar yang diamankan, satu lagi ditemukan sudah dibuang,” ujarnya.
Martin menjelaskan, seluruh pelajar yang berada di lokasi diketahui berasal dari SMK Tri Dharma. Meski demikian, mereka belum sempat terlibat aksi tawuran.
“Belum terjadi tawuran. Alhamdulillah bisa kami antisipasi lebih dahulu,” katanya.
Kedua celurit yang ditemukan telah diamankan polisi dan tidak akan dikembalikan. Sementara itu, dua pelajar yang sempat melarikan diri masih belum ditemukan.
Terkait penanganan lebih lanjut, Martin mengatakan pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Polresta Bogor Kota. Namun, biasanya orang tua siswa akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka setelah pulang sekolah.
“Kalau anak belum pulang ke rumah setelah jam sekolah selesai, mohon dicari tahu keberadaannya. Apalagi kalau pulangnya sampai menjelang malam. Pengawasan orang tua sangat penting agar kejadian seperti ini bisa dicegah,” tuntas Martin.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































