Jangan Hanya Fokus ke Lantai, Dinding Rumah Pun Wajib Dibersihkan

Lantai
Ilustrasi membersihkan dinding. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Membersihkan rumah umumnya identik dengan menyapu lantai, mengepel, atau merapikan perabotan. Namun, ada satu bagian yang sering luput dari perhatian, yakni dinding rumah.

Padahal, dinding juga dapat menjadi tempat menempelnya debu, kotoran, hingga noda yang berasal dari aktivitas sehari-hari. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bukan hanya mengurangi keindahan ruangan, tetapi juga berpotensi memicu munculnya jamur, lumut, hingga alergen yang dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Selain menjaga tampilan rumah tetap bersih dan rapi, membersihkan dinding secara berkala juga dapat membantu memperpanjang usia cat serta menjaga nilai properti tetap baik.

Advertisement

Tidak Harus Setiap Hari

Frekuensi membersihkan dinding sebenarnya bergantung pada lokasi dan kondisi ruangan. Untuk area seperti ruang tamu dan kamar tidur, pembersihan secara menyeluruh umumnya cukup dilakukan setahun sekali.

Namun, kondisi berbeda berlaku untuk dapur dan kamar mandi. Kedua ruangan tersebut lebih rentan terkena kelembapan, uap, serta partikel minyak yang menempel pada permukaan dinding.

“Debu yang biasanya jatuh ke lantai di sebagian besar ruangan akan menempel pada dinding yang lembap dan lengket akibat uap masakan atau mandi,” ujar Melissa Homer, konsultan kebersihan di Ecomaids.

Baca Juga :  7 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Kulit Glowing Alami Tanpa Makeup

Ia menjelaskan, rumah yang memiliki hewan peliharaan atau sering membuka jendela saat cuaca lembap dan berasap juga membutuhkan pembersihan dinding yang lebih rutin.

Cara Membersihkan Dinding Sesuai Jenis Cat

Agar hasil pembersihan maksimal tanpa merusak lapisan cat, pemilik rumah perlu mengetahui jenis cat yang digunakan pada dinding.

1. Cat Berbahan Dasar Air

Untuk dinding dengan cat berbasis air, pembersihan dapat dilakukan menggunakan campuran sabun dan air hangat.

Gunakan spons atau kain lembut yang telah dibasahi, lalu peras hingga tidak terlalu basah sebelum mengusap permukaan dinding secara perlahan.

2. Cat Datar atau Matte

Jenis cat matte, satin, maupun eggshell memerlukan perlakuan lebih hati-hati karena permukaannya relatif sensitif.

Hindari penggunaan bahan kimia keras atau cairan pembersih yang mengandung penghilang lemak. Sebagai gantinya, cukup gunakan spons yang telah direndam air hangat dan diperas hingga lembap.

Baca Juga :  Dinding Berkerak dan Berjamur? Bisa Karena Kasur yang Terlalu Dekat Tembok

Usap permukaan dinding dengan lembut tanpa menggosok terlalu kuat. Setelah selesai, keringkan menggunakan kain mikrofiber yang bersih.

3. Cat Mengkilap atau Semi Mengkilap

Cat mengkilap umumnya digunakan pada area dapur dan kamar mandi karena lebih tahan terhadap kelembapan serta mudah dibersihkan.

Untuk menghilangkan noda, pemilik rumah dapat menggunakan pembersih kimia ringan. Namun, proses pembersihan tetap harus dilakukan secara hati-hati agar permukaan cat tidak tergores.

Gunakan spons yang lembut dengan air hangat, kemudian usap perlahan pada bagian yang kotor. Setelah itu, lap hingga kering menggunakan kain mikrofiber.

Menjaga Rumah Tetap Nyaman

Membersihkan dinding mungkin bukan pekerjaan yang dilakukan setiap minggu, tetapi langkah sederhana ini dapat memberikan dampak besar terhadap kenyamanan rumah.

Dengan perawatan yang tepat sesuai jenis cat dan kondisi ruangan, dinding akan tetap bersih, warna cat lebih tahan lama, serta rumah terasa lebih sehat dan nyaman untuk ditinggali.

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel