Dinding Berkerak dan Berjamur? Bisa Karena Kasur yang Terlalu Dekat Tembok

tembok
Teenage bedroom 3d render,There are wooden floor and white wall.Furnished with brown bed and white cabinet.There are white frame window overlooks to nature view.

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menempatkan kasur terlalu rapat ke tembok sering dianggap hal biasa di rumah. Namun, posisi ini bisa menimbulkan masalah tersembunyi yang muncul perlahan, mulai dari dinding berkerak hingga noda lembap yang sulit dibersihkan.

Banyak orang baru menyadari kerusakan pada dinding ketika warnanya mulai berubah atau muncul bau lembap yang mengganggu.

Banyak yang mengira penyebabnya karena cat menurun kualitasnya, padahal kebiasaan sederhana seperti menempelkan kasur ke tembok bisa menjadi pemicu utamanya.

Advertisement

Kasur Mepet Tembok Memerangkap Kelembapan
Dilansir dari The Bed Consultant, area sempit yang tidak memiliki sirkulasi udara, seperti celah di balik kasur yang menempel di tembok, sangat mudah memerangkap kelembapan dari tubuh, udara, maupun perubahan suhu.

Kelembapan yang terperangkap inilah yang menjadi awal munculnya noda lembap dan kerak pada tembok.

Baca Juga :  Dekorasi Rumah Imlek: 15 Barang yang Membawa Keberuntungan dan Keceriaan

Lingkungan Lembap Memicu Pertumbuhan Jamur
Kondisi gelap, lembap, dan minim udara menjadi ideal bagi jamur untuk berkembang. Area di balik kasur sering jarang diperiksa atau dibersihkan, sehingga pertumbuhan jamur tidak terdeteksi.

Kondensasi pada Dinding Dingin
Menurut Howardenvironmental, dinding yang lebih dingin, terutama dinding luar, bisa membuat udara hangat lembap dari kamar mengembun ketika kasur terlalu dekat. Kondensasi ini menimbulkan bercak lembap, noda kehitaman, dan kerak sulit dihilangkan.

Area Sulit Dibersihkan
Ruang di belakang kasur yang menempel tembok sering tanpa aliran udara dan sulit dijangkau. Kombinasi debu dan lembap membuat area ini rentan ditumbuhi jamur yang merusak cat dan plester dinding.

Dampak Jamur bagi Dinding dan Kesehatan
Jamur yang berkembang akibat lembap berlebih dapat membuat dinding mengelupas, berubah warna, dan berkerak. Selain itu, jamur berpotensi menimbulkan iritasi, alergi, dan gangguan pernapasan.

Baca Juga :  Simak Peringatan Penting 4 Januari 2024 yang Jarang Orang Ketahui

Cara Mencegah dan Mengatasi
Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan:

  • Beri jarak antara kasur dan dinding. Celah beberapa sentimeter membantu udara bersirkulasi dan mengurangi kondensasi.
  • Gunakan rangka kasur dengan ventilasi udara. The Bed Consultant menyarankan slatted base atau dipan berongga agar udara bisa mengalir di bawah dan sisi kasur. Hindari menempatkan kasur langsung di lantai atau tembok.
  • Jaga ventilasi ruangan. Buka jendela secara berkala, gunakan exhaust fan, dan hindari menjemur pakaian di dalam kamar agar kelembapan stabil.

Mengetahui penyebab dan cara pencegahan ini membantu menjaga dinding tetap kering dan bebas jamur. Sebagai straight news feature, informasi ini sekaligus memberi edukasi praktis bagi pembaca rumah tangga.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel