Latihan Terstruktur dan Skrining Jantung Kunci Aman Ikut Event Olahraga

event olahraga
iludtradi lari marathon, Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dokter menyoroti risiko serangan jantung yang kerap muncul saat mengikuti event olahraga, khususnya lari. Spesialis Kedokteran Olahraga Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Bernadette Laura, SpKO, mengungkapkan situasi tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan skrining kesehatan terlebih dahulu.

“Sebelum event tertentu atau event marathon misalkan kayak gitu ya. Itu memang harus ngelakuin screening dulu di awal,” ujar dr. Laura mengutip dari detikcom.

Skrining kesehatan, khususnya jantung, penting untuk mengetahui faktor risiko yang tidak terlihat. Masalah jantung umumnya tidak selalu menunjukkan gejala. Beberapa tes yang biasanya dilakukan meliputi elektrokardiogram (EKG) dan treadmill test.

Advertisement
Baca Juga :  Taekwondo Indonesia Bidik Panggung Dunia Lewat Rakernas 2026

Hasil tes ini dapat menunjukkan apakah seseorang memiliki penyakit jantung bawaan atau kondisi jantung tertentu, sehingga bisa diputuskan apakah ia layak mengikuti event olahraga besar.

Selain skrining, dr. Laura juga menekankan pentingnya latihan terstruktur dan pemulihan (recovery). Latihan terstruktur membantu memahami batas kemampuan tubuh, sedangkan recovery menjaga kondisi tetap baik selama dan setelah berolahraga. Menurut dr. Laura, pemulihan menjadi faktor yang sering dilupakan oleh atlet rekreasional.

“Untuk recovery itu, ada recovery aktif dan pasif. Yang pasif itu seperti tidur. Kemudian recovery aktif itu kayak stretching, mobilisasi, latihan itu termasuk recovery aktif,” jelasnya.

Baca Juga :  Segar dan Sehat, 7 Jenis Olahraga Air untuk Kebugaran Tubuh dan Pikiran

Ia menambahkan, menjaga asupan nutrisi dan hidrasi juga sangat penting. Kombinasi skrining, latihan terstruktur, pemulihan, serta nutrisi yang tepat dapat mencegah tubuh over-limit dan menurunkan risiko masalah jantung saat berolahraga.

“Makanya perlu banget untuk tahu limit kita itu sampai mana. Banyak orang yang nge-push soalnya. Banyak sekali. Karena mungkin tadi ya, dorongan sekitar, atau ada rasa ego juga kadang-kadang kan,” tandas dr. Laura.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel