TIMETODAY.ID, JAKARTA — Back dimples atau yang kerap disebut dimples of Venus kerap mencuri perhatian karena bentuknya yang unik di punggung bagian bawah. Dua lekukan kecil yang tampak simetris ini sering dianggap sebagai “ciri estetik” yang menambah daya tarik fisik seseorang.
Namun di balik popularitasnya di media sosial dan dunia kecantikan, para ahli menegaskan bahwa kemunculan back dimples lebih banyak ditentukan oleh faktor anatomi dan genetik, bukan hasil olahraga atau gaya hidup tertentu.
Fenomena ini pada dasarnya merupakan variasi normal tubuh manusia yang sudah lama dikenal dalam dunia medis.
Fakta Medis di Balik Back Dimples
- Terbentuk dari struktur anatomi tubuh
Back dimples muncul akibat lekukan alami di area sendi sakroiliaka, yaitu pertemuan antara tulang panggul dan bagian bawah tulang belakang (sakrum). Di titik ini, lapisan kulit dan jaringan lemak cenderung lebih tipis sehingga struktur tulang dan ligamen di bawahnya menjadi lebih terlihat. Kombinasi inilah yang menciptakan cekungan khas di punggung bawah. - Dipengaruhi faktor keturunan
Genetik memegang peran besar dalam kemunculan back dimples. Jika salah satu atau kedua orang tua memilikinya, kemungkinan besar anak juga bisa mewarisi ciri serupa. Gen berperan dalam membentuk struktur tulang, ligamen, serta distribusi lemak di area tubuh tertentu. Meski begitu, tidak semua anggota keluarga selalu memilikinya karena ekspresinya bisa berbeda pada tiap individu. - Tidak ada kaitannya dengan kebugaran atau berat badan
Banyak yang mengira back dimples hanya dimiliki orang bertubuh ramping atau atletis. Faktanya, anggapan ini tidak tepat. Lekukan tersebut bisa muncul pada siapa saja, baik dengan berat badan normal maupun lebih berisi, selama struktur anatominya mendukung. Olahraga atau diet tidak dapat “menciptakan” back dimples jika faktor genetiknya tidak ada. - Bukan kondisi medis atau tanda penyakit
Back dimples bukan kelainan, bukan juga gejala gangguan kesehatan. Ini adalah variasi bentuk tubuh yang normal. Selama tidak disertai nyeri, bengkak, atau perubahan kulit yang mencurigakan, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Jika ada keluhan lain yang menyertai, pemeriksaan medis tetap disarankan. - Bisa dimiliki pria maupun wanita
Meski sering disebut “dimples of Venus” dan lebih populer pada perempuan, pria juga dapat memilikinya. Perbedaannya biasanya terletak pada tingkat kejelasan lekukan, yang dipengaruhi struktur panggul dan distribusi lemak tubuh. Pada perempuan biasanya tampak lebih jelas, sementara pada pria cenderung lebih samar.
Pada akhirnya, back dimples hanyalah salah satu bentuk keunikan anatomi manusia yang tidak memengaruhi fungsi tubuh, otot, maupun kesehatan punggung. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang mengaitkannya dengan penyakit tulang belakang atau gangguan saraf.
Meski begitu, menjaga kebugaran tetap penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dan jika memiliki back dimples tanpa keluhan apa pun, kondisi ini sepenuhnya normal dan tidak perlu dikhawatirkan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































