
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai percepatan migrasi ke transportasi umum berbasis listrik sebagai langkah paling efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak nasional yang terus meningkat pascapandemi.
“Perlu percepatan migrasi ke transportasi umum listrik agar konsumsi BBM bisa ditekan,” ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/4/2026).
Menurut Djoko, penataan ulang subsidi energi juga mendesak dilakukan agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi angkutan umum dan sektor logistik yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Pernyataan itu merespons data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mencatat tren konsumsi BBM terus menanjak seiring pulihnya aktivitas masyarakat. Sektor transportasi tercatat sebagai penyumbang konsumsi terbesar, dengan dominasi kendaraan pribadi sebagai penyebab utamanya.
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menjadi beban serius bagi stabilitas ekonomi negara.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia turut menegaskan perlunya penguatan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, termasuk stasiun pengisian daya dan integrasi antarmoda transportasi.
“Langkah strategis ini bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan investasi jangka panjang demi stabilitas fiskal dan kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejauh ini telah menyiapkan sejumlah program elektrifikasi, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga pengembangan industri kendaraan listrik, sebagai bagian dari strategi jangka panjang mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Para pengamat menegaskan, langkah tersebut perlu diimbangi transformasi sistem transportasi secara menyeluruh agar hasilnya signifikan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































