Bukan Hanya Omega-3, Ini Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Otak Anak

otak
ilustrasi Otak Anak. Foto:: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Masa anak-anak merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang, terutama bagi perkembangan otak. Pada rentang usia 2 hingga 12 tahun, kemampuan berpikir, belajar, bersosialisasi, hingga mengelola emosi berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, kebutuhan nutrisi yang tepat menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan orang tua.

Para ahli menekankan bahwa kesehatan dan perkembangan otak anak tidak ditentukan oleh satu jenis makanan tertentu. Sebaliknya, otak membutuhkan kombinasi berbagai zat gizi penting yang bekerja secara bersamaan untuk mendukung fungsi kognitif, daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar.

Beberapa nutrisi yang berperan penting dalam perkembangan otak antara lain protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6.

Advertisement

Omega-3 Berperan dalam Pembentukan Sel Otak

Omega-3, khususnya DHA dan EPA, dikenal sebagai salah satu komponen utama yang dibutuhkan otak. Nutrisi ini membantu membentuk dan melindungi sel-sel saraf, sekaligus memperkuat komunikasi antar sel otak.

Asupan omega-3 yang cukup sejak dini juga dikaitkan dengan peningkatan kemampuan konsentrasi, fokus belajar, serta daya ingat anak. Selain itu, nutrisi ini dipercaya dapat membantu mendukung perkembangan otak secara optimal selama masa pertumbuhan.

Baca Juga :  Kenapa Kita Lebih Mudah Ingat Wajah daripada Nama? Begini Rahasianya

Omega-6 Dukung Sistem Saraf dan Kemampuan Belajar

Selain omega-3, anak juga membutuhkan omega-6 untuk menunjang perkembangan sistem saraf pusat. Nutrisi ini membantu menjaga proses komunikasi antar sel saraf yang berperan dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Para ahli mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan asupan omega-3 dan omega-6 agar manfaat yang diperoleh tubuh dapat bekerja secara maksimal.

Protein Jadi Bahan Dasar Pembentukan Jaringan Otak

Protein tidak hanya berfungsi untuk pertumbuhan fisik, tetapi juga memiliki peran penting dalam perkembangan otak. Zat gizi ini dibutuhkan untuk membangun jaringan saraf sekaligus memproduksi neurotransmitter, yaitu senyawa yang mengirimkan sinyal antar sel otak.

Dengan kebutuhan protein yang tercukupi, proses belajar dan kemampuan konsentrasi anak dapat berjalan lebih baik.

Vitamin dan Mineral Tak Kalah Penting

Berbagai vitamin juga berkontribusi dalam menjaga fungsi otak. Vitamin B kompleks berperan dalam metabolisme energi dan pembentukan neurotransmitter. Sementara itu, vitamin D membantu mendukung pertumbuhan sel otak serta kesehatan tulang, sedangkan vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Selain vitamin, mineral seperti zat besi, yodium, dan zinc juga memiliki peran penting. Zat besi membantu mengalirkan oksigen ke otak, yodium mendukung produksi hormon yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang, sedangkan zinc berkontribusi dalam proses belajar dan perkembangan kognitif anak.

Baca Juga :  Waspada Dislokasi Pergelangan Tangan: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Pentingnya Pola Makan Seimbang

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut, orang tua dianjurkan memberikan menu makanan yang beragam dan bergizi seimbang setiap hari. Sumber nutrisi dapat diperoleh dari ikan, telur, susu, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan.

Anak juga perlu dibiasakan makan secara teratur dengan menu yang mengandung protein, vitamin, mineral, serta lemak sehat. Jika diperlukan, produk pendamping seperti susu yang mengandung omega-3 dan omega-6 dapat menjadi pelengkap asupan harian, terutama bagi anak yang memiliki pola makan terbatas.

Salah satu produk yang tersedia di pasaran adalah susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega yang mengandung omega-3 dan omega-6 untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak usia 2–12 tahun.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa susu sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama. Pola makan yang beragam dan seimbang tetap menjadi fondasi utama untuk mendukung tumbuh kembang, kesehatan, serta kemampuan belajar anak secara optimal.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel