Benjolan di Kelopak Mata Membesar? Kenali Prosedur Operasi Kalazion

Benjolan
Ilustrasi kalazion. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTABenjolan kecil pada kelopak mata kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda kalazion, yaitu peradangan akibat sumbatan pada kelenjar minyak di kelopak mata atau kelenjar Meibom.

Dalam banyak kasus, kalazion memang dapat mengecil dengan perawatan sederhana seperti kompres hangat. Namun, jika benjolan terus membesar atau menimbulkan gangguan, dokter biasanya akan menyarankan tindakan operasi untuk mengatasinya.

Apa Itu Operasi Kalazion?

Operasi kalazion merupakan prosedur bedah ringan yang dilakukan untuk mengangkat sumbatan dan jaringan meradang pada kelopak mata. Tindakan ini bertujuan membantu meredakan pembengkakan sekaligus mencegah keluhan semakin parah.

Advertisement

Prosedur biasanya dilakukan menggunakan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar, tetapi tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung. Operasi ini juga tergolong singkat karena rata-rata hanya memakan waktu kurang dari 30 menit.

Kondisi yang Memerlukan Operasi

Dokter spesialis mata umumnya akan mempertimbangkan operasi apabila kalazion tidak membaik meski sudah menjalani perawatan mandiri selama beberapa minggu.

Beberapa kondisi yang menjadi indikasi operasi antara lain:

  • Benjolan tidak mengecil setelah 2–3 minggu
  • Kelopak mata terasa nyeri, merah, dan bengkak
  • Kalazion membesar hingga mengganggu penglihatan
  • Terjadi infeksi pada area sekitar benjolan
  • Bentuk kelopak mata berubah
  • Kalazion sering muncul kembali di lokasi yang sama
Baca Juga :  8 Perawatan Diri untuk Cacar Air Agar Cepat Sembuh dan Minimal Bekas

Selain mengatasi sumbatan, tindakan ini juga dilakukan untuk membantu mencegah komplikasi dan kekambuhan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Operasi

Meski tergolong aman, pasien tetap perlu berkonsultasi lebih dulu terkait kondisi kesehatan sebelum menjalani operasi.

Dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal seperti:

  • Riwayat alergi terhadap obat bius
  • Penggunaan obat pengencer darah
  • Gangguan pembekuan darah
  • Infeksi mata yang sedang dialami
  • Penyakit tertentu yang memengaruhi proses penyembuhan

Pasien juga dianjurkan membersihkan area wajah dan tidak menggunakan riasan mata pada hari tindakan dilakukan.

Tahapan Operasi Kalazion

Saat prosedur dimulai, dokter akan memberikan anestesi lokal pada kelopak mata agar area tindakan mati rasa.

Setelah itu, dokter membuat sayatan kecil di bagian dalam atau luar kelopak mata sesuai posisi kalazion. Isi sumbatan berupa cairan kental dan jaringan yang meradang kemudian dikeluarkan secara perlahan.

Baca Juga :  Diare Datang Saat Ramadan? Lakukan Langkah Ini Agar Puasa Tetap Lancar

Usai tindakan selesai, area operasi akan ditekan menggunakan kasa steril untuk menghentikan perdarahan ringan. Dokter juga biasanya memberikan salep antibiotik dan menutup mata dengan kasa sementara.

Sebagian besar pasien diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah operasi selesai dilakukan.

Proses Pemulihan Setelah Operasi

Setelah tindakan, kelopak mata biasanya masih terasa sedikit nyeri, bengkak, atau memar ringan selama beberapa hari. Kondisi tersebut umumnya akan membaik secara bertahap.

Untuk membantu pemulihan, pasien dianjurkan:

  • Menggunakan obat mata sesuai resep dokter
  • Menjaga kebersihan area mata
  • Tidak menggosok kelopak mata
  • Menghindari lensa kontak sementara waktu
  • Tidak memakai riasan mata
  • Menghindari debu dan asap
  • Menjalani kontrol rutin sesuai jadwal

Risiko dan Efek Samping

Walau termasuk prosedur ringan, operasi kalazion tetap memiliki risiko efek samping seperti:

  • Infeksi luka operasi
  • Perdarahan ringan
  • Memar dan pembengkakan
  • Nyeri sementara setelah tindakan
  • Bekas jaringan parut
  • Kalazion kambuh kembali

Meski demikian, komplikasi berat jarang terjadi, terutama jika prosedur dilakukan oleh dokter spesialis mata dan pasien mengikuti anjuran perawatan dengan baik.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel