TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor memperketat verifikasi data domisili calon siswa dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Disdukcapil, aparat kewilayahan, hingga TNI-Polri dilibatkan untuk memastikan calon siswa benar-benar berdomisili di alamat yang didaftarkan, guna menutup celah manipulasi kartu keluarga yang selama ini mencederai proses penerimaan siswa sekolah negeri.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, pengawasan berlapis itu merupakan respons atas praktik kecurangan yang kerap terjadi pada penerimaan siswa tahun-tahun sebelumnya.
“Kita ingin menghindari adanya kecurangan, di mana selama ini mungkin ada yang pindah KK, kemudian juga pindah domisili. Kita juga meminimalisasi terjadinya hal-hal yang sifatnya transaksional,” kata Dedie, Rabu (13/5/2026).
Untuk itu, praktik menitipkan nama dalam kartu keluarga tidak lagi ditoleransi. Siswa yang berpindah domisili wajib satu keluarga dengan orang tua kandung. Disdukcapil telah memulai penelusuran data sejak dini, sementara camat dan lurah bersama unsur TNI-Polri bertugas memverifikasi langsung keberadaan calon siswa di lapangan.
Sebagai bagian dari upaya mempersempit ruang kecurangan, Pemkot Bogor juga mengatur ulang komposisi kuota jalur penerimaan. Pada SPMB 2026 jenjang SD dan SMP, ditetapkan empat jalur: afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi. Kuota jalur domisili diperketat menjadi 90 persen untuk warga Kota Bogor dan 10 persen untuk luar kota, sedangkan jalur mutasi orang tua dibatasi hanya lima persen.
“Jadi memang sudah kita coba minimalisasi bibit-bibit kecurangan dari sisi sistem maupun verifikasi lapangan,” ujar Dedie.
Langkah Pemkot Bogor itu mendapat respons dari legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Fajar Muhammad Nur menyatakan, pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Disdukcapil untuk memastikan sistem yang dirancang pemerintah benar-benar berjalan sesuai ketentuan.
“Kami ingin mengukur seberapa efektif apa yang sudah dibuat oleh pemerintah ini dan bisa dirasakan dampaknya langsung oleh masyarakat,” kata Fajar.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































