TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketenangan pelayaran di atas MV Hondius berubah menjadi situasi mencekam setelah muncul wabah penyakit mematikan yang menewaskan tiga penumpang. World Health Organization (WHO)kini mengungkap dugaan awal bahwa virus tersebut kemungkinan menular dari manusia ke manusia—fenomena yang sangat jarang terjadi pada hantavirus.
Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, menjelaskan bahwa para korban kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik kapal. Namun, pola penyebaran yang muncul memunculkan indikasi adanya penularan dalam jarak sangat dekat.
“Kami menduga ada kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak yang sangat intens, seperti pasangan atau mereka yang berbagi kabin,” ujarnya.
Dugaan Mengarah ke Varian Andes
Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan partikel dari urine atau kotoran tikus. Namun, dalam kasus ini, para ilmuwan mencurigai keterlibatan varian Andes—satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia, meski dalam kondisi sangat terbatas.
Profesor dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Sabra Klein, menegaskan bahwa penyebaran virus ini tidak semudah penyakit pernapasan lain.
“Ini bukan seperti COVID-19. Penularannya membutuhkan kontak yang sangat dekat dengan cairan tubuh. Biasanya terjadi pada orang yang hidup bersama dalam kedekatan tinggi,” jelasnya.
Varian Andes sendiri dikenal memiliki tingkat fatalitas tinggi, mencapai sekitar 40 persen. Hingga kini, belum tersedia obat maupun vaksin khusus, sehingga penanganan masih terbatas pada perawatan suportif seperti terapi oksigen.
Ratusan Penumpang Masih Dikarantina
Sekitar 150 penumpang dan kru kini menjalani karantina di atas kapal yang berada di perairan Cape Verde. Dengan masa inkubasi yang bisa mencapai delapan minggu, potensi munculnya kasus baru masih menjadi kekhawatiran utama.
Kapal direncanakan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, di mana seluruh penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum dipulangkan.
Sementara itu, Lucille Blumberg menduga sumber awal infeksi berasal dari aktivitas di daratan, seperti ekspedisi pengamatan burung. Namun, kepastian asal-usul virus masih menunggu hasil analisis genetik yang tengah dilakukan.
Ketegangan di Tengah Ketidakpastian
Di balik prosedur medis dan investigasi ilmiah, para penumpang kini menghadapi tekanan psikologis yang tidak ringan. Ketidakpastian masa inkubasi dan risiko penyakit mematikan membuat situasi di atas kapal menjadi penuh kecemasan.
“Rasa takut itu nyata—membayangkan kemungkinan terpapar virus berbahaya tentu sangat mengkhawatirkan,” kata Klein.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa meski jarang, potensi penularan baru dalam dunia penyakit menular tetap menjadi ancaman yang harus diwaspadai secara global.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































