Project Freedom Dihentikan, Iran Sebut AS Tak Capai Target di Selat Hormuz

Iran
ilustrasi bendera Iran. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pernyataan saling klaim mewarnai dinamika terbaru hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah penghentian sementara operasi “Project Freedom” di kawasan strategis Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran, INSA, menyebut langkah penghentian tersebut sebagai bukti kegagalan AS mencapai tujuannya. Dalam pernyataannya, Iran menilai keputusan itu diambil setelah mereka memberikan peringatan tegas terhadap operasi militer yang dilakukan Washington.

“Penghentian ini menunjukkan bahwa tekanan dan sikap tegas Iran tidak bisa diabaikan,” demikian narasi yang disampaikan media tersebut.

Advertisement
Baca Juga :  Kota Bogor Aman dari Minyakita Palsu, Cek Fakta Lengkapnya di Sini!

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan penjelasan berbeda. Ia menyatakan bahwa penghentian sementara operasi dilakukan sebagai bagian dari upaya membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas dengan Iran.

“Telah ada kemajuan signifikan menuju kesepakatan akhir. Untuk itu, operasi ini dihentikan sementara guna memberi ruang penyelesaian diplomatik,” tulis Trump melalui pernyataannya.

Project Freedom sendiri baru diumumkan beberapa hari sebelumnya, dengan tujuan mengamankan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Namun dalam waktu singkat, situasi memanas setelah terjadi saling serang dan tudingan antara militer kedua negara.

Baca Juga :  Minyak Dunia Melonjak di Tengah Konflik, Trump Sebut Perang Segera Berakhir

Perkembangan ini memperlihatkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut. Di tengah klaim kemenangan dari masing-masing pihak, masa depan operasi dan arah negosiasi masih menjadi tanda tanya, sementara dunia menunggu apakah jalur diplomasi benar-benar mampu meredakan ketegangan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel