TIMETODAY.ID, JAKARTA — Delegasi kemanusiaan Palestina mengunjungi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog hangat yang membahas isu kemanusiaan hingga gagasan pembangunan museum genosida Palestina di Indonesia.
Delegasi dipimpin oleh Taysir Hamdan Sulaiman, didampingi Fahmi Salim, Ilham Aznun, serta aktivis kemanusiaan Neno Warisman. Mereka menyampaikan kondisi terkini rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Dalam pertemuan tersebut, Taysir menekankan pentingnya dukungan internasional, termasuk dari Indonesia, untuk membantu pemulihan sosial dan pendidikan di Palestina, khususnya bagi kelompok rentan.
“Kami berharap dukungan konkret untuk pendidikan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Al-Quds. Mereka adalah generasi yang harus tetap memiliki harapan di tengah situasi sulit,” ujar Taysir.
Selain bantuan pendidikan, delegasi juga mengusulkan penyelenggaraan seminar kemanusiaan di kampus-kampus Indonesia guna memperluas kesadaran publik terkait isu Palestina. Mereka juga mendorong solidaritas berkelanjutan dari masyarakat Indonesia, termasuk rencana keterlibatan personel TNI dalam misi kemanusiaan di Gaza.
Salah satu gagasan yang mencuat adalah pembangunan Museum Genosida Palestina di Indonesia. Inisiatif ini dinilai sebagai upaya menghadirkan ruang edukasi sekaligus pengingat kolektif atas tragedi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.
Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina.
“Kami menyambut baik berbagai inisiatif ini. Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi, baik melalui dukungan pendidikan, forum akademik, maupun penguatan literasi sejarah kemanusiaan,” kata Fadli.
Ia juga menegaskan kesiapan kementeriannya dalam memfasilitasi program pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Al-Quds, serta mendukung pelaksanaan seminar di lingkungan perguruan tinggi.
Terkait usulan museum, Fadli menilai gagasan tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran publik.
“Pembangunan Museum Genosida Palestina bisa menjadi sarana penting untuk mengingatkan generasi mendatang tentang nilai kemanusiaan dan sejarah yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Fadli juga menjelaskan bahwa rencana pengiriman personel TNI oleh Prabowo Subianto ke Gaza bersifat misi kemanusiaan. Personel yang dikirim merupakan unit medis dan zeni yang fokus pada rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan trauma, bukan operasi tempur.
Sebagai penutup pertemuan, Taysir menyerahkan simbol harapan berupa pasir dari tanah Al-Quds yang merepresentasikan Masjid Al-Aqsa. Sementara Fadli membalas dengan menyerahkan buku “The History of Wayang”, menandai pertukaran budaya di tengah solidaritas kemanusiaan yang menguat.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































