
TIMETODAY.ID, BOGOR – Polemik pembangunan rumah kost berlantai tiga di kawasan perumahan Bogor Baru, Kelurahan Tegallega, Kota Bogor, Jawa Barat mendapat sorotan dari Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor. Organisasi tersebut mengingatkan bahwa hunian akomodasi berskala besar merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus peluang investasi yang perlu dijaga kondusivitasnya.
Bendahara Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor, Milzam Bajened, menegaskan bahwa keberadaan kost syariah di Blok D8 Nomor 4, RT 007/RW 001 itu seharusnya dipandang sebagai aset ekonomi lokal, bukan sumber konflik.
“Pihak manajemen sudah berkomitmen transparan. Karena sudah ada kesepakatan yang diketahui RT dan RW, warga tidak perlu memiliki kekhawatiran berlebih. Sudah dipastikan, rumah kost tersebut akan menggunakan konsep syariah,” ujar Milzam, Minggu (26/4/2026).
Menurut Milzam, sektor hunian seperti ini berkontribusi pada PAD Kota Bogor melalui pajak dan retribusi, sekaligus menopang iklim investasi di sektor pariwisata dan properti. Kepastian hukum dan ketenangan warga, ia tekankan, menjadi syarat utama agar sektor tersebut terus tumbuh.
Kisruh bermula ketika sekelompok warga yang didominasi jamaah pengajian menggelar aksi menuntut penghentian pembangunan. Mereka mempersoalkan komitmen pengelola atas kesepakatan awal bahwa kost akan dikelola secara syariah, bukan sebagai kost campur putra-putri.
Pengelola menyatakan telah bersepakat dengan pengurus RT dan tokoh masyarakat setempat. Yang dimaksud “campur”, menurut pengelola, adalah pasangan suami istri yang wajib menunjukkan buku nikah. Penghuni lajang tetap diperbolehkan dengan aturan ketat, yakni tidak diizinkan membawa tamu ke dalam kamar.
Ketegangan memuncak setelah muncul desakan yang diduga berasal dari oknum pengurus DKM masjid setempat agar kost dikhususkan bagi perempuan saja. Pengelola menyebut tekanan itu subjektif dan diwarnai dugaan intimidasi serta tuduhan tanpa dasar.
Sebagai bentuk transparansi, pengelola berjanji menyerahkan data penghuni secara rutin kepada pihak RT/RW setiap bulan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen masih menyiapkan langkah administratif dan berkoordinasi dengan Kelurahan Tegallega guna memediasi sengketa dan meredam ketegangan sosial di lingkungan Bogor Baru.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































