Kelurahan Kebon Kalapa Dorong 47 Warga Putus Sekolah Masuk PKBM

Kelurahan Kebon Kalapa
Lurah Kebon Kalapa Supyawan. FOTO : TIMETODAY.ID/B. SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  47 warga di Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat tercatat putus sekolah. Pihak kelurahan menyatakan telah melakukan pendekatan dan edukasi kepada seluruh warga tersebut agar mau kembali mengenyam pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Lurah Kebon Kalapa Supyawan mengatakan, pihaknya secara aktif mendatangi warga yang putus sekolah dan mengarahkan mereka untuk bergabung dengan PKBM yang tersedia di wilayah setempat.

“Semua masyarakat yang putus sekolah terus kami edukasi, kami datangi, dan kami masukkan ke sekolah-sekolah PKBM yang ada di wilayah kami,” ujar Supyawan kepada timetoday.id, Kamis (23/4/2026).

Advertisement

Dari 47 jiwa yang terdata, sebagian sudah berhasil diedukasi dan kembali mengikuti program pendidikan. Namun, sebagian lainnya tetap menolak untuk sekolah, bahkan ada yang dilaporkan telah pindah dari wilayah tersebut.

Baca Juga :  Tinjau MBG di Bogor, Eddy Soeparno Minta BGN Susun Resep Menu Favorit Siswa

Supyawan menyebutkan, faktor penyebab putus sekolah di wilayahnya beragam. Selain ketidakmauan dari individu itu sendiri, faktor ekonomi juga menjadi alasan utama, di mana sebagian warga memilih bekerja ketimbang melanjutkan pendidikan.

“Faktornya macam-macam, yang pertama memang tidak mau sekolah, yang kedua karena bekerja. Tapi tetap kami edukasi supaya mereka mau sekolah,” kata Supyawan.

Data dari Dinas Pendidikan Kota Bogor mencatat angka yang jauh lebih besar. Sedikitnya 10.000 warga di Kota Bogor tercatat tidak dapat melanjutkan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi menjelaskan, angka tersebut berasal dari tiga kelompok. Pertama, mereka yang dikeluarkan atau drop out (DO) dari sekolah. Kedua, mereka yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan, misalnya dari SD tidak melanjutkan ke SMP atau SMA. Ketiga, mereka yang sama sekali belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Bersiap Susun Kabinet, Calon Menteri Ikuti Pembekalan di Hambalang Besok

“Angkanya 10 ribu, cukup banyak,” ujar Herry.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan program beasiswa pendidikan dengan kuota 2.000 siswa. Program ini dikhususkan bagi warga yang tidak diterima di sekolah negeri, berasal dari kelompok masyarakat desil lima ke bawah, serta warga rentan seperti mereka yang orang tuanya terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) atau mengalami musibah.

“Atau misalnya orang tuanya meninggal atau kena musibah sehingga tidak ada pemasukan. Mereka akan kami akomodir di angka 2.000 tadi,” terang Herry.

Herry menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor memperluas akses pendidikan, khususnya bagi warga kurang mampu.

“Intinya ini adalah upaya pemerintah kota untuk meningkatkan akses pendidikan dan mengurangi jumlah angka putus sekolah di Kota Bogor,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel