Dedi Mulyadi: Pekerja Tambang Harus Dapat Upah Layak dan Asuransi

Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers terkait penutupan sementara operasional tambang di Kabupaten Bogor di kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Senin (3/11/2025). Dedi menegaskan penutupan tambang bertujuan membangun keadilan bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Foto : Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui kebijakan penutupan sementara operasional tambang di Kabupaten Bogor menimbulkan dampak signifikan terhadap pembangunan infrastruktur. Keluhan datang dari pelaku jasa konstruksi hingga masyarakat sekitar lokasi tambang.

“Orang Parung Panjang juga mengeluh selama ini,” ujar Dedi di Bogor, Senin (3/11/2025).

Dedi menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah menyusun solusi agar penutupan tambang tidak menimbulkan dampak ekonomi berkepanjangan. Solusi tersebut akan dirumuskan berdasarkan rekomendasi dari direktorat teknis terkait.

Advertisement

“Solusinya seperti apa, rumusannya seperti apa. Misalnya, mobil besar tidak boleh lewat jalan kabupaten dan provinsi, langsung ke akses tol,” terang Dedi.

Baca Juga :  Sah! Pemkab Bogor Lantik 53 Pejabat Eselon III dan IV, Berikut Daftar Namanya

Dia menjelaskan bahwa Bupati berencana membebaskan lahan untuk tambang kemudian membangun jalan tambang, dan solusinya memiliki banyak formulasi.

Dedi menegaskan, penutupan tambang bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan upaya membangun nilai kemanusiaan dalam industri pertambangan.

Ia tidak ingin lagi para pekerja tambang tidak mendapat perlindungan asuransi dan upah yang layak.

“Saya tidak mau lagi nanti, pekerja lajur, yang tukang muat tanpa asuransi. Saya tidak mau lagi nanti ada orang yang meninggal di tambang itu tidak dapat asuransi kecelakaan kerja. Saya tidak mau lagi mereka diupah sangat rendah,” katanya.

Menurut Dedi, selama ini pekerja sektor pertambangan tidak mendapat kesejahteraan layak, padahal hasil tambang mereka menjadi bahan baku utama pembangunan di berbagai daerah.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Ajak Perkuat Identitas Sejarah Bogor Lewat Tata Ruang dan Arsitektur

Bahan tambang yang dijual murah pada akhirnya menjadi material untuk properti bernilai tinggi seperti hotel dan bangunan mewah. Sementara itu, masyarakat di sekitar wilayah tambang justru hidup dalam kondisi ekonomi sulit.

“Satu daerah mengalami peningkatan ekonomi yang sangat tinggi jadi bangunan indah hotel segala macam, tapi daerah yang menjadi penghasil tambangnya mengalami kemiskinan, jadi ini saya ingin bangun keadilan,” tegasnya.

Dedi ingin memastikan para pekerja dan warga sekitar tambang memperoleh perlindungan, upah layak, serta manfaat nyata dari hasil bumi daerahnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel