TIMETODAY.ID, BOGOR – Kabupaten Bogor rupanya bukan hanya menjadi tujuan wisata dan hunian. Wilayah ini juga menjadi magnet bagi anak jalanan dari berbagai daerah. Mayoritas anak jalanan yang terjaring operasi penertiban di Kabupaten Bogor tercatat bukan warga setempat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf mengakui fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan anak jalanan di wilayahnya.
“Banyaknya memang dari luar,” ujar Farid, Selasa (14/4/2026).
Kondisi itu membuat pendekatan penanganan tidak bisa seragam. Dinas Sosial menerapkan dua jalur berbeda bergantung pada asal daerah anak.
Bagi anak jalanan asal Bogor, pemerintah menyiapkan program pembinaan dan pembekalan keterampilan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, dengan tujuan mendorong kemandirian.
Namun, bagi anak-anak yang datang dari luar Bogor, satu kata menjadi kunci, yaitu pulang.
“Untuk yang dari luar Bogor, kita upayakan reunifikasi dengan keluarganya. Mengembalikan ke keluarga itu lebih baik,” kata Farid.
Proses reunifikasi tidak dilakukan sembarangan. Setiap anak jalanan yang terjaring, melalui operasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlebih dahulu menjalani penelusuran identitas dan asesmen. Pemerintah kemudian menghubungi keluarga sebelum proses pemulangan dilaksanakan.
Yang menjadi kekhawatiran tersendiri, persoalan ini tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat. Farid menyebut jumlah anak jalanan di Kabupaten Bogor bersifat fluktuatif, sehingga penanganan harus terus dilakukan secara berkelanjutan, tanpa garis finish yang jelas.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































