Hadir di Jantung Kota, Pusat Batik Banyuwangi Dorong Perajin Naik Kelas

batik
Hadir di Jantung Kota, Pusat Batik Banyuwangi Dorong Perajin Naik Kelas Foto: Pemkab Banyuwangi

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kain batik terus mengukuhkan diri sebagai identitas budaya di Banyuwangi. Kini, akses masyarakat terhadap wastra khas daerah semakin terbuka dengan hadirnya Pusat Batik Banyuwangi yang berlokasi strategis di pusat kota.

Galeri ini menghadirkan ratusan koleksi batik, mulai dari kain hingga produk fesyen siap pakai. Beragam motif khas Banyuwangi seperti Gadjah Oling, Kangkung Setingkes, Paras Gempal, hingga Kopi Pecah ditampilkan dengan sentuhan desain yang memadukan gaya tradisional dan modern. Teknik pembuatannya pun beragam, mulai dari batik tulis, cap, lukis, hingga kombinasi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyebut kehadiran pusat batik ini bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan perajin.

Advertisement
Baca Juga :  Bukan Sekadar Kain: Merayakan Hari Batik Nasional 2025 dengan Goresan Tradisi Cirebon

“Gedung ini bukan hanya tempat penjualan, tetapi wujud nyata upaya melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi perajin batik lokal,” ujar Mujiono dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Dalam satu dekade terakhir, pemerintah daerah konsisten mendorong pengembangan batik melalui berbagai program, mulai dari pelatihan bersama kurator nasional, partisipasi dalam ajang fesyen, hingga dukungan pemasaran digital dan akses permodalan.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Ekosistem batik di Banyuwangi kini berkembang pesat, ditandai dengan semakin banyaknya perajin dan desainer yang terlibat, serta pasar yang kian meluas. Bahkan, batik juga telah masuk ke dalam kurikulum pendidikan vokasi di daerah tersebut.

Baca Juga :  Tinjau Dampak Banjir, Prabowo Terbang ke Aceh untuk Kedua Kalinya

Sementara itu, pengelola galeri, Ratri Jawaness, menjelaskan seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses kurasi ketat untuk menjaga kualitas sekaligus nilai filosofinya.

“Setiap batik yang ditampilkan telah dikurasi agar benar-benar merepresentasikan kekayaan budaya Banyuwangi,” jelasnya.

Pusat Batik Banyuwangi dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Selain galeri, fasilitas ini juga dilengkapi co-working space yang dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan aktivitas kreatif bagi pelaku industri lokal.

Dengan konsep yang menggabungkan budaya dan ekonomi kreatif, kehadiran pusat ini diharapkan menjadi ruang hidup bagi batik Banyuwangi—bukan hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai cerita yang terus berkembang dari generasi ke generasi.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel