Ricky Soebagdja Dapat Tugas Baru, Kawal Pembinaan Atlet Pelatwil PBSI

Ricky Soebagdja
Ricky Soebagdja. Foto: dok. PP PBSI

TIMETODAY.ID, JAKARTA — PBSI resmi menunjuk legenda bulutangkis Indonesia, Ricky Soebagdja, sebagai Kepala Pelatnas Wilayah (Pelatwil) untuk tahun 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet dari daerah menuju level nasional.

Program Pelatwil sendiri merupakan upaya desentralisasi pembinaan yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Saat ini, pembinaan terbagi dalam dua wilayah utama, yakni Medan untuk kawasan barat dan Surabaya untuk wilayah tengah.

Sebanyak 48 atlet muda telah terjaring dari proses seleksi, terdiri dari 16 atlet di wilayah barat dan 32 atlet di wilayah tengah. Kehadiran Ricky diharapkan mampu memastikan program pembinaan berjalan selaras dengan standar pelatnas.

Advertisement
Baca Juga :  SEA V League 2025: Ayo Dukung Timnas Voli Putri! Cek Jadwal dan Pemainnya

“Saya diberi tanggung jawab untuk memastikan seluruh program di pelatwil ini berjalan terarah dan terhubung dengan pelatnas,” ujar Ricky.

Ia menegaskan, PBSI pusat tidak hanya membentuk program, tetapi juga terlibat aktif dalam pengawasan, mulai dari penyusunan latihan hingga evaluasi perkembangan atlet.

“Kami tidak ingin program ini sekadar berjalan. Semua aspek, mulai dari pelatih, program latihan, hingga kompetisi akan terus kami pantau dan evaluasi,” jelasnya.

Ricky juga memastikan bahwa materi latihan di pelatwil akan mengikuti pola pelatnas, meskipun dengan intensitas yang disesuaikan dengan usia para atlet yang masih relatif muda.

Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengunjungi pelatwil wilayah tengah untuk melakukan koordinasi sekaligus melihat kesiapan atlet menghadapi ajang Sirkuit Nasional A Jawa Timur pertengahan April.

Baca Juga :  Performa Menurun, Leo/Bagas Masih Dievaluasi PBSI Jelang Asian Games 2026

“Kami ingin memastikan para atlet siap bertanding dan program pembinaan berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Sebagai peraih emas Olimpiade Atlanta 1996, Ricky berharap sistem pembinaan ini dapat melahirkan talenta-talenta baru yang berkelanjutan, bukan sekadar muncul sesaat.

“Yang terpenting adalah prosesnya berkelanjutan. Kami ingin melihat peningkatan dari sisi disiplin, fisik, hingga prestasi, agar ke depan mereka siap bersaing di level nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dengan penguatan pelatwil ini, PBSI menargetkan jalur pembinaan atlet menjadi lebih terstruktur, sehingga potensi-potensi muda di daerah dapat terus berkembang dan tidak terputus di tengah jalan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel