
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi warga bantaran rel di kawasan Pasar Senen mulai direalisasikan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman resmi memulai pembangunan ratusan unit rumah bagi masyarakat yang selama ini tinggal di sekitar jalur kereta.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa proyek ini mencakup pembangunan 324 unit hunian yang diperuntukkan bagi warga yang telah terdata sebelumnya.
Ia menuturkan, proses pembangunan bergerak cepat setelah koordinasi lintas lembaga dilakukan. Bahkan, tahap awal berupa pembersihan lahan sudah mulai berjalan di lokasi.
“Kami melihat kesiapan di lapangan sangat baik. Prosesnya sudah berjalan dan sebagian area bahkan sudah mulai dilakukan pembukaan lahan,” ujar Maruarar.
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, pemerintah juga merancang kawasan hunian yang lebih ramah bagi penghuninya. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang terbuka, disiapkan untuk menunjang aktivitas warga, terutama anak-anak.
“Kami ingin hunian ini tidak hanya layak, tetapi juga nyaman. Akan ada ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan sebagai area bermain dan interaksi warga,” lanjutnya.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara. Lahan yang digunakan diketahui merupakan aset milik Angkasa Pura, sementara pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh sejumlah BUMN konstruksi.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, memastikan pembangunan telah memasuki tahap awal dengan melibatkan ratusan tenaga kerja di lapangan.
“Sesuai komitmen, hari ini pembangunan sudah dimulai. Kami menurunkan ratusan pekerja dari beberapa BUMN konstruksi untuk mempercepat proses,” kata Dony.
Ia menargetkan proyek tersebut rampung pada pertengahan Juni 2026, sehingga hunian dapat segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan. Menurutnya, konsep hunian yang dibangun berupa rumah tapak, bukan rumah susun, agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak relokasi.
Lebih jauh, program penataan kawasan bantaran rel ini tidak hanya berhenti di Senen. Pemerintah berencana melanjutkan peninjauan lokasi lain, termasuk lahan milik PT Kereta Api Indonesia di Tanah Abang dan Kampung Bandan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya meninjau langsung kondisi warga di kawasan tersebut. Usai kunjungan, Presiden meminta jajarannya bergerak cepat menyediakan hunian yang lebih layak.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, instruksi tersebut langsung direspons oleh kementerian dan lembaga terkait tanpa menunggu waktu lama.
“Arahan Presiden segera kami tindak lanjuti. Koordinasi dilakukan cepat agar pembangunan hunian bagi warga bisa langsung dimulai,” ujar Teddy.
Dengan dimulainya pembangunan ini, harapan akan kehidupan yang lebih aman dan manusiawi bagi warga bantaran rel perlahan mulai terwujud.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































