Bantah Pungli di Bukit Paniisan, Disparekraf Bogor: Petugas Hanya Arahkan Pengunjung

Disparekraf
Sejumlah pengunjung menelusuri jalur trekking Bukit Paniisan, Sentul, Kabupaten Bogor. Jalur ini belakangan viral di media sosial menyusul dugaan praktik pungutan liar yang dibantah oleh Disparekraf Kabupaten Bogor. Foto : tangkapan layar video.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Jawa Barat membantah adanya praktik pungutan liar (pungli) di jalur trekking Bukit Paniisan, Sentul, yang belakangan viral di media sosial. Disparekraf menegaskan, petugas yang terekam dalam video hanya mengarahkan pengunjung menuju jalur resmi, bukan memungut uang.

“Itu sebenarnya tidak ada pungli, tapi warga sedang mengarahkan pengunjung ke jalur resmi yang dikelola oleh BUMDes,” ujar Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dugaan pungutan kepada pengunjung di jalur pendakian Bukit Paniisan beredar luas di media sosial dan menuai perhatian publik.

Advertisement
Baca Juga :  Bawaslu Kota Bogor Periksa Komisioner KPU Terkait Dugaan Suap 

Ria menjelaskan, di jalur tersebut telah tersedia pos tiket resmi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangtengah. Pos itu memungut tarif Rp 15.000 per orang, dilengkapi dengan perlindungan asuransi dari PT Jasa Raharja Putera, fasilitas tandu, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta tim evakuasi.

Menurut Ria, insiden dalam video tersebut terjadi di area sebelum pos resmi, tepatnya di jalur alternatif atau “jalan tikus” yang kerap digunakan pengunjung untuk menghindari kewajiban membeli tiket.

Baca Juga :  Sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021, Samsul Hidayat : Pondok Pesantren Harus Lebih Produktif

“Banyak para penggiat trail run melalui jalan tikus yang ada, sebelum masuk pos tiket untuk menghindari pos tiket,” katanya.

Ria mengimbau seluruh pendaki dan pengunjung untuk mematuhi jalur yang telah disiapkan demi keselamatan bersama.

“Kami berharap para pendaki bisa mengikuti jalur yang sudah disiapkan. Tentunya jalur tersebut juga lebih aman dan terawasi oleh petugas,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel