Sony Stop Order CFexpress dan SD, Imbas Kelangkaan Chip Global

Sony
ilustrasi kartu memori sony, sony CFexpress. Foto: PetaPixel.

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dampak krisis memori global kini mulai merembet ke dunia fotografi. Raksasa teknologi asal Jepang, Sony, resmi menangguhkan sementara penjualan sejumlah kartu memori yang banyak digunakan oleh fotografer dan videografer profesional.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui situs resmi Sony Jepang. Dalam daftar produk yang terdampak, tercatat berbagai jenis kartu memori seperti CFexpress Type A, Type B, hingga kartu SDXC dan SDHC.

Beberapa varian CFexpress Type A dengan kapasitas mulai dari 240GB hingga 1920GB tidak lagi tersedia untuk pemesanan. Hal serupa juga terjadi pada CFexpress Type B berkapasitas 240GB dan 480GB.

Advertisement

Sementara itu, lini kartu SD kelas atas seperti seri TOUGH—yang dikenal tahan banting—ikut terdampak, bersama sejumlah kartu SD reguler dengan kapasitas tertentu.

Baca Juga :  Samsung Unpacked Juli 2025: Galaxy Z Flip 7 dan Revolusi Pengisian Nirkabel

Meski demikian, Sony masih mempertahankan produksi beberapa model lain yang menyasar segmen lebih rendah, seperti kartu Type C dan seri SD SF-UZ, yang untuk sementara masih bisa ditemukan di pasaran selama stok tersedia.

Dalam keterangannya, Sony mengaitkan kebijakan ini dengan krisis pasokan semikonduktor global yang belum mereda.

“Karena kelangkaan memori semikonduktor secara global dan faktor lainnya, pasokan saat ini diperkirakan tidak mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat,” tulis Sony.

Perusahaan juga menegaskan bahwa mulai 27 Maret 2026, mereka menghentikan sementara penerimaan pesanan dari distributor resmi maupun pelanggan melalui Sony Store.

Baca Juga :  Honda Batalkan Proyek Mobil Listrik Bareng Sony, Afeela Tak Jadi Diproduksi Massal

“Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menangguhkan sementara penerimaan pesanan hingga kondisi pasokan membaik,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain kelangkaan chip, situasi geopolitik global disebut turut memberi tekanan pada rantai pasok, termasuk potensi gangguan bahan baku industri seperti helium yang digunakan dalam proses produksi semikonduktor.

Sony menyatakan akan terus memantau perkembangan sebelum membuka kembali pemesanan. Informasi lanjutan terkait ketersediaan produk akan diumumkan secara terpisah.

Penangguhan ini menambah daftar dampak krisis yang sebelumnya juga menyentuh sektor lain, termasuk kenaikan harga konsol PlayStation 5 di pasar global akibat tekanan yang sama.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel