TIMETODAY.ID, JAKARTA – Upaya meningkatkan keselamatan di wilayah pesisir terus dikembangkan oleh NASA. Lembaga tersebut kini tengah menguji teknologi baru yang berpotensi mempercepat sistem peringatan dini tsunami, memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi.
Teknologi yang diberi nama GUARDIAN (GNSS Upper Atmospheric Real-time Disaster Information and Alert Network) ini mengandalkan pemantauan gangguan kecil pada sinyal navigasi satelit. Berbeda dari metode konvensional, sistem ini mampu membaca perubahan di atmosfer atas yang dipicu oleh gelombang tsunami.
Dalam uji coba yang merujuk pada gempa besar di lepas pantai Rusia pada Juli 2025, para peneliti menunjukkan kemampuan sistem ini dalam mendeteksi tanda-tanda tsunami jauh lebih cepat. Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 tersebut memicu gelombang tsunami yang melaju melintasi Samudra Pasifik dengan kecepatan tinggi menuju Hawaii.
Melalui analisis berbasis kecerdasan buatan, GUARDIAN memproses data dari jaringan satelit navigasi seperti GPS yang dipantau stasiun di darat. Gangguan pada sinyal ini muncul akibat perubahan di ionosfer ketika gelombang tsunami terbentuk.
Hasilnya, sistem mampu mengidentifikasi anomali hanya delapan menit setelah gempa terjadi. Bahkan, gelombang yang menuju Hawaii dapat terdeteksi sekitar 32 menit sebelum mencapai daratan—lebih cepat dibandingkan sistem pengukur pasang surut laut yang digunakan saat ini.
Salah satu pengembang dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Camille Martire, menjelaskan bahwa teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem yang ada, melainkan melengkapinya.
Selama ini, peringatan tsunami umumnya bergantung pada data gempa dan simulasi komputer, yang kemudian dikonfirmasi melalui sensor tekanan di dasar laut. Namun, keterbatasan jumlah dan tingginya biaya pemasangan sensor membuat cakupan pemantauan belum merata di seluruh dunia.
Pendekatan GUARDIAN menawarkan alternatif yang lebih efisien karena memanfaatkan jaringan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang sudah tersebar luas secara global. Data dari jaringan ini juga tersedia secara terbuka, meski interpretasinya masih memerlukan keahlian khusus.
Dengan kemampuan mendeteksi lebih dini, teknologi ini dinilai dapat memberikan selisih waktu krusial dalam situasi darurat. Tambahan beberapa menit saja bisa berdampak besar dalam menyelamatkan nyawa, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tsunami.
Ke depan, jika terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem peringatan yang sudah ada, GUARDIAN berpotensi menjadi salah satu alat penting dalam mitigasi bencana, khususnya bagi negara-negara yang berada di jalur rawan gempa dan tsunami.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































