TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kapur barus atau kamper dikenal sebagai benda kecil beraroma tajam yang sering digunakan untuk mengharumkan ruangan, terutama toilet atau lemari pakaian. Zat padat ini mudah menguap di udara sehingga aromanya cepat menyebar.
Namun di balik kegunaannya, sifat mudah menguap tersebut juga membuat kapur barus berpotensi terhirup oleh manusia. Dalam kadar tertentu, paparan zat ini dapat memengaruhi sistem saraf dan saluran pernapasan.
Kajian ilmiah yang dimuat dalam basis data medis National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa kamper memiliki batas yang sangat tipis antara dosis aman dan dosis yang dapat menimbulkan keracunan.
Menurut peneliti farmakologi Rahul Gupta dari University of Delhi, paparan kamper dalam jumlah berlebihan, baik melalui hirupan maupun tertelan, dapat memicu gejala keracunan seperti mual, muntah, gangguan pernapasan hingga kejang.
Karena zat ini cepat diserap tubuh, gejala keracunan bisa muncul dalam waktu singkat. Pedoman medis dari Royal Children’s Hospital Melbourne menyebutkan gejala dapat muncul sekitar 5–15 menit setelah tertelan, dengan konsentrasi tertinggi dalam darah terjadi dalam 1–3 jam.
Dampak Kapur Barus terhadap Kesehatan
Paparan kapur barus dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan tergantung pada jumlah serta cara masuknya zat ke tubuh.
- Gangguan pada sistem saraf
Paparan kamper dalam dosis tinggi dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Beberapa laporan toksikologi menunjukkan risiko kejang, kebingungan, hingga kehilangan kesadaran jika kadarnya terlalu tinggi. - Risiko lebih besar pada anak-anak
Anak-anak termasuk kelompok paling rentan. Laporan medis menyebutkan sekitar 500 mg kapur barus dapat berakibat fatal bagi anak, sedangkan dosis 750–1000 mg sering dikaitkan dengan kejang serta komplikasi serius.
Tim medis dari WebMD menjelaskan bahwa menelan kapur barus dapat menimbulkan risiko keracunan berat, bahkan berpotensi mematikan, khususnya pada anak.
Bahaya ini meningkat karena bentuk kapur barus kecil dan kadang menyerupai permen sehingga mudah menarik perhatian anak.
- Iritasi kulit dan gangguan pernapasan
Selain tertelan, paparan juga dapat terjadi melalui kulit atau inhalasi. Beberapa produk seperti balsem dan minyak gosok memang mengandung kamper dalam kadar tertentu. Namun penggunaan berlebihan dapat memicu iritasi kulit maupun reaksi alergi.
Laporan kesehatan herbal yang tercantum dalam database medis YourCareEverywhere juga menyebutkan bahwa paparan kamper dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, peningkatan enzim hati, hingga gangguan sistem saraf pusat.
- Paparan tidak sengaja pada anak
Kasus anak yang tidak sengaja menelan kapur barus tercatat di berbagai negara. Data dari Canadian Poison Information Centre menunjukkan sejumlah laporan paparan produk yang mengandung kamper pada anak, dengan gejala seperti muntah, batuk hingga kejang.
Dalam beberapa kasus, keracunan bahkan dapat berujung fatal.
Cara Aman Menggunakan Kapur Barus
Agar penggunaannya tetap aman, para pakar kesehatan menyarankan beberapa langkah pencegahan.
- Simpan jauh dari jangkauan anak
New York City Department of Health mengingatkan bahwa kapur barus termasuk zat beracun. Menelan atau memasukkannya ke mulut dapat memicu kejang bahkan kematian. - Gunakan di ruangan dengan ventilasi baik
Karena mudah menguap, kapur barus sebaiknya ditempatkan di ruangan dengan sirkulasi udara yang cukup agar konsentrasi uapnya tidak terlalu tinggi. - Hindari kontak langsung dengan kulit sensitif
Kapur barus tidak dianjurkan digunakan pada kulit yang luka atau sensitif karena dapat meningkatkan penyerapan zat ke dalam tubuh. - Jangan dikonsumsi
Beberapa praktik pengobatan tradisional menggunakan kamper sebagai obat oral. Praktik ini tidak dianjurkan secara medis karena dapat menimbulkan keracunan serius.
Perlu Kewaspadaan Meski Terlihat Sepele
Meski sering dianggap benda rumah tangga biasa, kapur barus sebenarnya mengandung senyawa kimia yang berpotensi berbahaya jika digunakan secara tidak tepat.
Menyimpannya dengan aman, memastikan ventilasi ruangan baik, serta menghindari paparan berlebihan merupakan langkah sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil di rumah.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































