
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Iran menyatakan bahwa sekitar 30 persen korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel merupakan anak-anak. Data tersebut disampaikan setelah konflik yang melibatkan kedua pihak memasuki hari ketujuh sejak pecahnya perang.
Berdasarkan catatan Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut telah mencapai 1.230 orang hingga Jumat (6/3/2026).
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan angka korban anak-anak dalam konflik tersebut cukup besar.
“Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak,” kata Mohajerani, seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (7/3/2026).
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup luas. Pemerintah Iran menyebut sedikitnya 3.090 bangunan tempat tinggal, 528 toko, serta 13 fasilitas medis mengalami kerusakan akibat serangan.
Sejumlah fasilitas kemanusiaan milik Iranian Red Crescent Society juga dilaporkan terdampak. Dari total fasilitas kesehatan yang terkena serangan, sembilan di antaranya merupakan fasilitas milik organisasi tersebut.
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menuding salah satu serangan terhadap sekolah di wilayah selatan Iran diluncurkan dari pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.
Menurut pernyataan IRGC, serangan rudal jelajah jarak jauh yang terjadi pada 28 Februari menargetkan sebuah sekolah perempuan dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
“Sasarannya adalah Pangkalan Udara Al Dhafra (di UEA) milik teroris Amerika Serikat. Serangan kriminal terhadap sekolah Shajare Tayebe, menyebabkan kematian 165 siswi, dilakukan dari pangkalan ini,” bunyi pernyataan IRGC.
Menanggapi tudingan tersebut, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menyatakan pihaknya tengah menyelidiki laporan mengenai serangan yang diduga menghantam sekolah di Iran.
Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah ini memicu kekhawatiran internasional karena dampaknya tidak hanya menimbulkan korban sipil, tetapi juga merusak berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah dan layanan kesehatan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































