Jejak Panjang Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang Dihantam Drone IRGC Iran

Kapal induk USS Abraham Lincoln
Kapal induk USS Abraham Lincoln. Foto : Dok. prokal.co

TIMETODAY.ID, WASHINGTON –Lebih dari tiga dekade silam, sebuah raksasa baja bertenaga nuklir lahir dari galangan kapal Newport News, Virginia. Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) resmi bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat pada 11 November 1989. Sejak hari itu, jejaknya tak pernah jauh dari titik-titik panas dunia, terutama kawasan Timur Tengah.

Kapal kelima dari kelas Nimitz ini pertama kali menorehkan namanya dalam sejarah militer modern ketika diterjunkan ke Teluk Persia pada 1991, mendukung Operasi Desert Storm yang mengakhiri pendudukan Irak atas Kuwait. Belum tuntas misi itu, Abraham Lincoln segera kembali ke perairan yang sama pada 1995 dan 1998, kali ini mengawal Operasi Southern Watch, misi pengawasan udara jangka panjang atas wilayah Irak.

Baca Juga :  Nepal Memanas! Demo Tolak Pemblokiran Medsos Tewaskan 20 Orang

Dengan panjang 333 meter, bobot tempur lebih dari 100.000 ton, dan kapasitas menampung hingga 90 pesawat tempur, Abraham Lincoln bukan sekadar kapal perang biasa. Tenaga penggeraknya berasal dari dua reaktor nuklir yang memungkinkannya berlayar puluhan tahun tanpa perlu pengisian bahan bakar konvensional. Kapal ini baru menjalani pengisian bahan bakar nuklir dan perbaikan besar pertamanya pada 2017 di galangan yang sama tempat ia dilahirkan, Newport News.

Advertisement
Baca Juga :  Kasus Pemerasan, KPK Tangkap ASN hingga Kepala Dinas di Kabupaten Bogor

Kini Abraham Lincoln bermarkas di NAS North Island, San Diego, California, dan memimpin Carrier Strike Group 3 bersama Carrier Air Wing Nine. Sebagai bagian dari Armada Pasifik AS, kapal ini tetap berdiri sebagai simbol kekuatan sekaligus instrumen utama diplomasi militer Washington. khususnya di Timur Tengah yang hingga hari ini belum juga padam gejolaknya.

Tiga puluh lima tahun berlayar, Kapal Induk USS Abraham Lincoln membuktikan satu hal, selama kawasan Timur Tengah bergolak, kapal induk ini tidak akan pernah benar-benar berlabuh.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel